SABAR DAN SYUKUR JADI PENENTU

Kita pasti tidak asing mendengar kata sabar maupun syukur. Sederhana namun sangat bermakna. Apa kaitannya kedua kata tersebut? Ternyata pak Sabar adalah adik kandung pak Syukur. Bukan seperti itu yaa.. 
Sejatinya kita hidup di dunia ini tidak luput dari ujian. Ada berbagai macam ujian yang dihadapi oleh manusia. Anak sekolah diberi ujian agar bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karyawan di kantor diberikan tugas yang mana dalam mengerjakan tugas itu dia akan dihadapkan dengan berbagai ujian. Namun hal itu tetap akan dia kerjakan agar bisa naik jabatan. Dan masih banyak lagi ujian-ujian lain yang dihadapi oleh manusia. 
Kebanyakan dari kita mengira bahwa ujian itu adalah sesuatu yang membuat kita rugi, menderita, tertimpa musibah, kehilangan sesuatu yang berharga dan sebagainya. Tapi cobaan bukan hanya seputar itu saja. Harta, jabatan, kekuasaan, kebahagiaan dan sesuatu yang membuat kita merasakan kebahagiaan juga merupakan ujian. Sedih dan senang, suka dan duka, lapang dan sempat, berat dan ringan semua itu adalah ujian. 
Jika para jomblo merasa ujiannya sangat berat percayalah setelah dilamar/melamar ujian itu tetap akan ada, hanya bentuknya saja yang berbeda. Dan jangan kalian berpikir setelah menikah ujian kalian akan selesai, itu salah besar. Justru setelah menikah kamu akan disambut oleh berbagai ujian yang lebih komplek. Sedikit seram membacanya, namun ini bukan untuk menakut-nakuti para jomblo yang istiqomah dengan statusnya. Ini lebih untuk menyadarkan para jomblo yang ngebet kepengen nikah tapi belum punya ilmunya. Hai para jomblo nikah itu bukan sekedar aku dan kamu menjadi satu lalu kita hidup bahagia selama-lamanya sampai maut memisahkan. Gak gitu konsepnya mblo. Yang sabar ya para jomblo. Syukuri setiap proses yang kamu jalani. 
Udah dulu bahas jomblo, nanti ada yang tersinggung. Kembali ke pembahasan utama kita. Jika hidup selalu dipenuhi dengan ujian. Pagi, siang malam. Di rumah, di sekolah, di kantor di mana-mana ada ujian. Lantas kapan kita akan mendapatkan hasil ujian kita? Mungkin ada yang bertanya-tanya dari tadi ujian terus. Apa hubungannya dengan sabar dan syukur? 
Ternyata pak Sabar dan pak Syukur sedang dapat ujian. Pak Sabar seorang peternak ayam, sakarang ayamnya banyak yang sedang bertelur. Tapi karena cuaca yang sering hujan setiap hari hujan dan setiap malam katak bernyanyi riang di dalam parit, telur-telur ayam itu banyak yang busuk. Kalian paham kan, intinya pak Sabar sedang sedih meratapi telur ayamnya yang busuk. Lain cerita dengan pak Syukur. Pak Syukur seorang petani palawija. Hasil kebunnya berlimpah ruah. Pak Syukur mendapatkan banyak keuntungan. Setiap hari dia sibuk memanen hasil kebunnya. 
Kita punya dua cerita yang berbeda antara pak Sabar dan pak Syukur. Pak Sabar yang sedang bersedih dan pak Syukur yang bergembira. Kejadian yang menimpa pak Sabar dan pak Syukur adalah ujian. Pak Sabar dengan ujian yang dihadapinya, apa sikap pak Sabar terhadap ujian tersebut. Apakah seperti namanya sabar atau justrus pak Sabar malah futur (tidak semangat). Kemudian ada pak Syukur. Ternyata hasil panen berlimpah yang didapatinya juga merupakan ujian. Apakah dengan hal itu membuatnya bersyukur seperti namanya atau sebaliknya jadi kufur (tidak mengakui nikmat). 
Kapan hasil ujian bisa kita dapatkan? Dari dua kejadian di atas. Pak Syukur mungkin mendapatkan hasil panen berlimpah, tapi bukan itu hasil dari ujiannya. Hasil ujian selalu diberikan diakhir. Begitu juga dengan ujian manusia, hasilnya akan diberikan di akhirat. 
Hanya ada dua hasil yang didapatkan. Berhasil atau tidak. Untung atau rugi. Surga atau neraka. Kita hanya punya dua pilihan. Dan hasil apa yang akan kita dapatkan di akhirat tergantung pada sikap kita dalam menghadapi ujian. Jika saat diberi cobaan kita bersabar dan diberi nikmat kita bersyukur makan hasil yang kita dapatkan di akhirat adalah surga (InsyaAllah). Jika yang kita lakukan adalah futur dan kufur maka neraka lah hasil yang akan kita dapatkan. 

Wallahualam Bissawab.. 

Tentang Rasa

Ini bukan judul lagu ataupun cerita

Ini hanya sebait kata yang ingin disampaikan

Segala unek-unek didada

Menuntuk untuk segera diutarakan


Akhir-akhir ini entah kenapa

Banyak sekali rasa yang timbul dalam di dada

Rindu, harap dan kecewa

Semua itu tak bisa dicegah


Apakah rasa itu salah? 

Tidak.. 

Kita yang kurang dewasa menyikapinya

Dan kita yang terlalu rajin memupuknya

Hingga menimbulkan sesak didada


Pernah terbersit tanya dijiwa

Benarkah ini semua? 

Apakah aku terlalu memaksa? 

Bisakah semua berjalan mulus tanpa kecewa? 


Tapi sejatinya tidak ada yang membuatmu kecewa

Itu karena harapan yang tidak semestinya

Bukankah kita tidak seharusnya menggantung harapan kepada manusia

Seharusnya hanya kepada Yang Esa 


Jika ini terlihat terlalu cepat

Lantas berapa lama lagi waktu yang diperlukan

Bukankah dari awal sudah ku katakan

Aku tidak mau menunggu terlalu lama

Karena syaitan suka merayu dan menggoda


Kalian pasti mengerti maknanya

Jujur aku tersenyum saat menulisnya

Namun apa daya

Mata ini terlihat masih berkaca-kaca


Harap dimaklumi saja

Semoga dia bisa memahaminya

Wait, siapa dia? 

Dia dia dia aku hampir lelah menunggunya (bacanya pakai nada ya, tapi gak ingat lagu siapa) 


Sudahlah yaa.. 

Kenapa jadi panjang lebar

Padahal hanya ingin menyampaikan tentang rasa

Malah jadi mengada-ngada


Tetapi tidak mengapa

Sekarang aku merasa lebih lega

Unek-unek didada telah disampaikan kata

Walaupun rasa khawatir masih ada


Apa yang akan terjadi selanjutnya? 

Entah berapa lama? 

Kapan dan bagaimana? 

Aku hanya bisa menunggu itu semua

Maaf, sepertinya aku merasa malu untuk bertanya 


Biarkan waktu yang kan menjawab

Allah pasti sudah mengatur skenarionya

Aku hanya bisa berdoa

Maaf, jika usahaku belum seberapa


Entah ini puisi atau apapun namanya

Aku hanya ingin menulisnya

Dan berharap dia mengetahuinya

Yang aku butuhkan adalah sesuatu yang membuat aku yakin akan ini semua

Walaupun aku tau takdir sudah diatur oleh Yang Kuasa





Puisi pertama yang diupload 😊 Biasanya hanya memenuhi ruang kepala atau berceceran di atas kertas yang entah sekarang ada di mana ataupun menjadi file tanpa nama😄

Setelah berurai air mata, menulis sebait rasa sedikit membuat hati lega. 

Tapi tetap saja I need holiday (pengen teriak tapi gak bisa) 

Kasian sekali otakku yang imut-imut ini

Pengen terbang tapi tak bisa karena bidadari tak bersayap

Baca buku jadi tambah kepikiran karena buku yang dibeli yaa gitu deh. You know what i mean

Udah titik gak usah dilanjutin lagi kepanjangan jadi lavar sekian dulu Terima kasih


Manusia, Dunia dan Ibadah kepada Allah

 DUNIA MANUSIA  IBADAH

Wahai anak Adam,

Aku menciptakan segala sesuatu untukmu dan

Aku menciptakanmu untuk beribadah kepada-Ku.

Janganlah kamu disibukkan dengan apa yang aku ciptakan untukmu

Dari melakukan apa yang aku ciptakan kamu untuknya.

 

Itulah sebuah atsar yaang harus kita ingat baik-baik. Allah befirman “Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu,..” (QS. Al-Baqarah : 29). Bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk memenuhi segala kebutuhan manusia dan Allah juga telah menundukannya (bumi) kepada manusia, karena manusia adalah khalifah (penguasa) di muka bumi ini.  

Bumi menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran untuk manusia nikmati, rumput untuk makanan ternak. Segala macam burung dan ikan-ikan yang halal untuk dimakan oleh manusia. Semuanya Allah ciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Lalu apa tujuan manusia diciptakan ?

Manusia diciptakan  untuk beribadah kepada Allah, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat : 56). Itulah tujuan dari penciptaan manusia.

Sebagai seorang hamba yang Allah ciptakan dengan begitu sempurna dilengkapi dengan akal pikiran kita seharusnya mengetahui apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan kita capai. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan tujuan dari ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan tujuan itu Allah menginginkan agar manusia senantiasa selalu dekat dengan-Nya, agar manusia selalu mengingat-Nya dan agar manusia meraih kemuliaan disisi-nya.

Jadi sudah seharusnya manusia berlelah-lelah dalam mencapai tujuan yang telah dilekatkan pada dirinya dan tujuan itu langsung dari Allah yang memerintahkannya. Tujuan untuk mencapai kemuliaan dan keridhaan dari-Nya. Tujuan abadi yang harus dicapai oleh manusia adalah akhirat, agar mendapatkan kehidupan yang baik diakhirat, yaitu surga. Surga itulah yang harus manusia kejar dengan sungguh-sungguh dan surga itulah yang Allah kehendaki untuk setiap hamba-Nya. Allah telah menyeru manusia untuk masuk surga “Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga)...” (QS. Yunus : 25).

Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang selalu menginginkan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Allah telah menciptakan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya untuk manusia dan Allah menciptakan manusia untuk beribadah. Dari pernyataan itu sudah jelas bahwa tugas manusia itu beribadah kepada Allah. Tapi apa yang dilakukan oleh kebanyakan manusia ?

Mereka lalai dalam menjalankan tugas yang telah Allah embankan kepadanya dan justru sibuk mengejar dunia dan kenikmatannya yang sudah jelas-jelas Allah ciptakan untuknya. Perkara dunia jika dikejar tidak akana ada habisnya “Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya dan rezeki dunia tak akan lebih kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta” (HR. Baihaqi dan Ibnu Hibban).

Kejarlah akhirat maka dunia akan mengikutimu, itulah kata-kata yang sering kita dengar. Apakah kita telah menerapkannya dalam setiap langkah kehidupan kita ? silahkan jawab pada diri anda masing-masing..

Wallahu’alam..

Segala kebenaran hanya milik Allah dan jika ada salahnya dari diri saya sendiri..

Semoga bermanfaat, dan semoga bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang membaca khususnya saya pribadi ^_^

Cinta Rasulullah


Pada tanggal 12 Rabiul Awal sekitar 14 abad yang lalu lahirlah seorang manusia mulia ke atas muka bumi ini,  junjungan umat, teladan bagi kita semua, yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Peristiwa yang dasyat terjadi pada saat kelahiran manusia mulia ini. dikatakan bahwa pada malam menjelang kelahirannya bintang-bintang bersinar begitu terang, pintu-pintu surga dibuka lebar, ribuan malaikat turun ke bumi menantikan kelahiran sang manusia mulia, siapakah manusia mulia tersebut ? beliau adalah Muhammad Shalallahualaihi wasallam. 

Bergetar Arsy menantikan kehadirannya. Pada malam memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad Shalallahualaihi wasallam, marilah kita perbanyak bershalawat kepada beliau. Sama-sama kita ingat kembali betapa Rasulullah sangat mencintai kita umatnya. Kita adalah umat akhir zaman yang sangat dirindukan oleh Rasulullah. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahualaihi wasallam bersabda. “kapan aku akan bertemu para kekasihku ?”. Para sahabat bertanya, “bukankah kami adalah para kekasimu?” Rasulullah menjawab, “kalian adalah para sahabatku, para kekasihku adalah mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi mereka percaya kepadaku, merekan menjalankan sunnah-sunnahku dan mereka mencintaiku melebihi cinta mereka terhadap keluarganya. Aku sangat merindukan mereka.”

Semoga kita termasuk kedalam golongan umat akhir zaman yang Rasulullah cintai. Pertanyaan nya pantaskah kita mendapatkan cinta dari Rasulullah Shalallahualaihi wasallam? Seberapa besarkah cinta kita terhadap Beliau, sudah Istiqomah kah kita menjalankan sunnah-sunnahnya. Sudahkah kita meneladani akhlak beliau ?. "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21). Jadikanlah Rasulullah Shalallahualaihi wasallam sebagai teladan utama kita.

Kali ini izinkanlah saya menceritakan sedikit yang saya ketahui dari begitu banyak cerita tentang Rasulullah, cerita Para Sahabat yang sangat mencintai Beliau bahkan rela melakukan apa saja demi kecintaan mereka terhadap Rasulullah Shalallahualaihi wasallam.

Mungkin ini kisah yang sangat familiar yang sering kita baca, ketika perang Uhud. Sahabat yang sangat berjasa melindungi Rasulullah pada perang ini adalah Thalhah. Pada saat pasukan muslimin terkocar kacir karena dikabarkan bahwa pasukan kafir telah berhasil membunuh Rasulullah. Hanya ada beberapa sahabat yang berada di dekat Rasulullah, salah satunya adalah Thalhah. Dia tidak rela setetes darahpun mengalir darai diri Rasullulah, demi melindungi Rasulullah Thalhah mendapatkan kurang lebih 70 tusukan tombak, sabetan pedang bahkan 2 jarinya hilang tersabet pedang. Thalhah telah membuktikan cintanya kepada Rasulullah. Saat Rasulullah hendak ndiaikan keatas batu untuk untuk melindunginya dari musuh berkali-kali Beliau merosot, dengan peluh dan darah yang bercucuran Thalhah menunduk  dan mengatakan “naiklah ke pundakku ya Rasulullah.”

Rasulullah bersabda bahwa Thalhah adalah syahid yang masih berjalan di muka bumi.

Masih tentang perang Uhud, betapapun para Sahabat berusaha melindungi Rasulullah. Ternyata masih ada celah untuk tentara kafir menghantamnya, 3 cincin besi menancap pada pelipis mulia sang kekasih Allah. Darah bercucuran dari pelipis agung tersebut, kali ini Abu Ubaidah bin Jarrah yang akan menunjukkan cintanya pada Rasulullah. Dicabutnya cincin-cincin besi itu menggunakan giginya, setiap tercabut 1 cincin dari pelipis Rasulullah tercabut juga 1 gigi Abu Ubaidah.

Setelah cincin-cincin besi itu tercabut darah terus mengalir dari pelipis Rasulullah, para sahabat tidak tega melihat hal tersebut. Malik bin Sinan mendekati Rasulullah dan mencecap darah yang mengalir tersebut, apa yang dilakukan Malik setelah itu ? Rasulullah bersabda “muntahkan Malik”, Malik menggeleng, tiga kali Rasulullah memerintahkan Malik untuk memuntahkannya Malik tetap menolak. Bukan berarti Malik membantah perintah Rasulullah. Malik menelan darah Rasulullah, Malik merasa bahagia dalam dirinya mengalir darah manusia yang mulia.

Malik nyaris ambruk saat mendengar sabda Rasulullah “siapa yang ingin melihat penduduk surga lihatlah Malik.”

Setelah perjuangan yang panjang untuk menyabrkan agama Allah. Rasulullah telah melewati berbagai tantangan, dimulai dari penolakan, dihina, dilempar dengan kotoran, diusir dari tanah kelahiran dan masih banyak lagi cobaan yang beliau hadapi dalam menegakkan kalimat Allah. Tibalah waktunya sang kekasih Allah kembali-Nya. Apa kata-kata terakhir yang diucapkan lisa mulia Rasulullah ?

Ummati, ummati, ummati.. Itulah kalimat yang keluar dari lisan agung Rasulullah Shalallahualaihi wasallam menjelang wafatnya. Saking cintanya Beliau terhadap umatnya bahkan saat sedang sakaratul maut pun beliau masih memikirkan umatnya. Tidak ada yang bisa menggambarkan betapa sakitnya sakaratul maut, bahkan sang kekasih Allah pun merasakan kesakitan saat sakaratul maut sampai malaikat Jibril memalingkan wajahnya karena tidak tega melihat Rasulullah menahan sakitnya.

Tetapi Baliau masih memikirkan umatnya, disisa-sisa umurnya Beliau masih mendoakan umatmya “ya Allah, dahsyat sekali sakaratul maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku jangan pada umatku”. Pengorbanan apakah yang layak kita persembahkan untuk Rasulullah ? Beliau baru merasa tenang setelah malaikat Jibril mengatakan “umatmu akan selamat wahai kekasih Allah.”

Selain kisah diatas  masih banyak lagi kisah para Sahabat yang dapat kita ambil Ibrah. meskipun kita tidak hidup sezaman dengan nabi agung ini, namun Rasulullah telah mewasiatkan Sunnah-sunnahnya untuk kita amalkan. Semoga kita semua dapat Istiqomah menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahualaihi wasallam. Semoga kelak kita termasuk umat Beliau yang akan mendapatkan syafaat nya kelak di Yaumil Akhir.

Dikatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling sibuk di Padang Mahsyar kelak, Beliau sibuk mencari di mana umatnya.

Semoga kita semua dapat mencintai Rasulullah meskipun tidak akan pernah bisa sebanding dengan cintanya terhadap kita sebagai umatnya dan bisa meneladani akhlak luhur Beliau. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah atas Nabi Muhammad Shalallahualaihi wasallam.

Allahumma shali'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)


“Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku,

maka ia telah mencintaiku.

Dan barangsiapa yang mencintaiku,

Maka aku bersamanya di Surga”

(HR. Tirmidzi)

Melek Teknologi tapi Malas Membaca Buku

Di zaman yang serba digital ini, masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya gedget dan internet. Data menunjukkan dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, pengguna internet mencapai 175,4 juta jiwa dan jumlah gedget yang terkoneksi mencapai 338,2 juta unit. Artinya hampir rata-rata orang Indonesia punya lebih dari satu gedget. Data ini didapat dari riset yang dilakukan oleh perusahaan platform media sosial dari Kanada bekerjasama dengan we are sosial dari Inggris pada Januari 2020.

Terlebih lagi dimasa pandemi ini segala sesuatunya dilakukan secara online, mulai dari belajar, berkerja, belanja dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang dilakukan secara online. Tercatat penggunaan internet di Indonesia memiliki waktu rata-rata selama 7 jam 59 menit, artinya rata-rata orang Indonesia bisa menghabiskan waktunya 7 jam lebih dalam sehari untuk berselancar di internet. Angka tersebut melampaui rata-rata global yang hanya mengahabiskan waktu 6 jam 43 menit.

Indonesia menduduki peringkat delapan penggunaan internet di dunia. Pengguna internet di Indonesia terdiri dari orang dewasa sampai anak-anak. Bahkan tidak sedikit anak dibawah umur yang sudah menggunakan internet.

Kita akui banyak dampak positif  yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi, namun tidak sedikit juga dampak negatif yang dirasakan khususnya bagi anak-anak pengguna gedget yang berada dibawah umur.

Anak-anak yang seharusnya identik dengan bermain di lingkungan sekitarnya, kini sudah jarang kita temukan. Teman sebaya yang seharusnya bermain dengannya digantikan oleh gedget-gedget canggih yang memuat berbagai game-game yang bisa dimainkan secara gratis. Anak sekolah yang seharusnya akrab dengan buku-buku pelajaran, kini lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain gedget. Buku yang seharusnya sebagai gudang dan sumber ilmu kini hanya menjadi pajangan, perpustakaan berdebu dan sepi pengunjung.

Dizaman yang serba canggih ini banyak orang menggantungkan hidupnya dengan teknologi. Para pelajar merasa lebih mudah mendapatkan jawaban tugasnya melalui internet dari pada harus mencarinya di buku. Itulah mental pelajar zaman sekarang, mereka tidak merasakan nikmatnya membuka lembar demi lembar buku pelajaran. Buku pelajaran mereka bersih tanpa coretan dan tersusun rapi ditempatnya karena hanya dibiarkan saja. Kalau sudah begini kapan minat baca di Indonesia bisa meningkat!

Minat baca di Indonesia sangat buruk, UNESCO mencatat bahwa Indonesia menduduki urutan ke 60 dari 61 negara soal minat baca. Minat baca di Indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca. Angka yang sangat memprihatinkan, padahal penduduk di Indonesia sangat banyak.

Lantas bagaimana menigkatkan minat baca ? Jawabannya dimulai dari diri kita sendiri.

Bagi  orang tua, biasakan anak-anaknya berinteraksi dengan buku-buku sejak dini walaupun dia belum bisa membaca. Bagi para guru sabarlah dalam mengajar murid-murid membaca, tanamkan pada murid-muridnya untuk rajin membaca. Buatlah strategi suapaya anak mencintai buku.

Dibalik canggihnya teknologi, kita mungkin lupa ada ilmu yang tidak bisa kita dapatkan melalui internet. Ilmu yang tidak bisa kita perhatikan dan tidak bisa kita tiru, yaitu keteladanan dan akhlak.

 

 

Sumber rujukan :

https://m.cyberthreat.id/read/5387/Digital-2020-Pengguna-Internet-Indonesia-dalam-Angka

https://kumparan.com/kumparantech/berapa-lama-orang-indonesia-pakai-internet-setiap-hari-1sm18OYziOQ

https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media

 

 

Agar Bidadari Cemburu Padamu



Ummu Ismail
            Wanita pertama, yang menggunakan ikat pinggang adalah Ibu Ismail, begitu kata Ibnu Abbas. Ia memakainya untuk merahasiakan kehamilannya dari pandangan Sarah. Kemudian Ibrahim membawanya beserta sang putera, Ismail yang saat itu masih menyusu dan menempatkannya di Baitullah, dekat pohon besar di samping zam-zam sekarang, di punca masjid.
            Ketika itu, tak seorangpun tinggal di Mekkah, tiada air, namun Ibrahimtetap menempatkan mereka disana. Ia tinggalkan disamping mereka sekeranjang kurma dan sekantong air. Lalu berpanlinglah Ibrahim meninggalkan keduanya.
            Makan Ummu Ismail mengejar dan mengikutinya sambil berkata, “Wahai Ibrahim, kemana engkau akan pergi meninggalkan kami di lembah yang kosong, tak ada satupun manusia, dan juga tak ada sesuatu apapun ?” Ia menanyakannya berkali-kali. Tetapi Ibrahim tak menoleh sedikit pun.
            Lalu, ia pun mengganti pertanyaannya. “Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk melakukan hal ini ?”, katanya. Ibrahim menjawab, “Ya...!”. “Kalau begitu. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan kami!”, kata Ummu Ismail. Kemudia ia kembali ke tempat semula.
            Ibrahim berangkat hingga ke suatu tempat. Saat Ismail dan sang istri sudah tak lagi melihat dirinya, ia menghadapkan wajah ke Baitullah. Ia berdoa dengan mengangkat tagannya sebagaimana dikisahkan Al-Qur’an, “Ya Rabb kami, sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku dilembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati. Ya Rabb kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan karuniakanlah pada mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur!”. (Q.S. Ibrahim : 7).
           
Sumber : buku Agar Bidadari Cemburu Padamu (karya Salim A. Fillah)

Ikhlas


Terbayanglah seorang lelaki yang menua dalam darmanya sebagai Rasul. Sepanjang luahan bakti pada Ilahi itu, terselip suatu penantian. Tak juga hadir sesosok kecil yang akan memanggilnya “Ayah!”. Tak juga wujud si mungil  yang akan naik ke punggung yang menjadikannya tunggangan keliling ruang. Harapannya untuk memiliki pelanjut agama Allah yang lurus dari sulbinya telah lama digayutkan di langit dengan temali doa. Harapan itu tak pernah hilang. Memang tak makin tinggi. Hanya makin dalam. Makin syahdu. Hingga ketika rambutnnya memutih, Ibrahim pun menuai buah kesabaran dan baiksangkanya pada Sang Pencipta. Lahirlah Ismail, seorang putera yang santun, amat sabar, dan bijaksana.
Lalu bayangkanlah ktika sang Ayah, yang menyayangi puteranya bagai kakek menggayun cucu itu diperintahkan meninggalkan si bayi merah itu dan Ibunya di padang grsang tak bertanaman. Allah yang memberinya kesabaran menanti.allah yang mengaruniakan buah hati. Allah juga yang memerintahkan mereka harus berpisah. Berpisah tanpa janji untuk berjumpa lagi. Ringankah itu bagi Ibrahim ? Jawaban paling jujur adalah “tidak”.
Dan bayangkan seorang Ayah yang tak menyaksikan bagaimana tumbuh kembang puteranya. Ketika anak itu sampai pada umur sanggup membantu kerja-kerjanya, ia didatangi mimpi sejati riga malam berulang dan berturut-turut. Sebuah gambar yang jelas, sebuah tayangan yang tak bisa dilaintafsir. Ia menyembelih Ismail. Dan itu adalah perintah dari Allah. Sesudah penantian, ada kelahiran sekaligus perpisahan. Sesudah perpisahan ada pertemuan, lalu perintah membunuh sang pengobat rindu. Dengan tangannya sendiri. Ringankah itu bagi Ibrahim ? Jawaban paling jujur adalah “tidak”.
Tapi apah Ibrahim kita tuduh tak ikhlas ? alangkah lancang. Ibrahim ikhlas. Tentu saja ikhlas. Dan dialah salah satu makhluk terikhlas yang pernah tampil di pentas bumi. Keiklhlasan memang tak selalu tumbuh dari rasa ringan dalam melaksanakan perintah. Ikhlas bisa saja tumbuh dari kerja-kerja berat mengalahkan nafsu diri. Pengorbanan. Begitu kita menyebutnya.
Maka demikianlah, di jalan cina para pejuang makna ikhlas dibebaskan dari pasungan perasaan. Dari rasa ringan atau berat. Hingga Allah memerintahkan kita untuk tetap berangkat, baik merasa ringan ataupun berat.
“berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupn berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. At-Taubah : 41).

Sumber : buku Jalan Cinta Para Pejuang (karya Salim A. Fillah)