Pada tanggal 12 Rabiul Awal sekitar 14 abad yang lalu lahirlah seorang manusia mulia ke atas muka bumi ini, junjungan umat, teladan bagi kita semua, yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Peristiwa yang dasyat terjadi pada saat kelahiran manusia mulia ini. dikatakan bahwa pada malam menjelang kelahirannya bintang-bintang bersinar begitu terang, pintu-pintu surga dibuka lebar, ribuan malaikat turun ke bumi menantikan kelahiran sang manusia mulia, siapakah manusia mulia tersebut ? beliau adalah Muhammad Shalallahualaihi wasallam.
Bergetar Arsy menantikan kehadirannya. Pada malam memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad Shalallahualaihi wasallam, marilah kita perbanyak bershalawat kepada beliau. Sama-sama kita ingat kembali betapa Rasulullah sangat mencintai kita umatnya. Kita adalah umat akhir zaman yang sangat dirindukan oleh Rasulullah. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahualaihi wasallam bersabda. “kapan aku akan bertemu para kekasihku ?”. Para sahabat bertanya, “bukankah kami adalah para kekasimu?” Rasulullah menjawab, “kalian adalah para sahabatku, para kekasihku adalah mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi mereka percaya kepadaku, merekan menjalankan sunnah-sunnahku dan mereka mencintaiku melebihi cinta mereka terhadap keluarganya. Aku sangat merindukan mereka.”
Semoga
kita termasuk kedalam golongan umat akhir zaman yang Rasulullah cintai.
Pertanyaan nya pantaskah kita mendapatkan cinta dari Rasulullah Shalallahualaihi
wasallam? Seberapa besarkah cinta kita terhadap Beliau, sudah Istiqomah kah
kita menjalankan sunnah-sunnahnya. Sudahkah kita meneladani akhlak beliau ?. "Sungguh, telah ada
pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak
mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21). Jadikanlah Rasulullah Shalallahualaihi
wasallam sebagai teladan utama
kita.
Kali ini izinkanlah saya menceritakan sedikit yang
saya ketahui dari begitu banyak cerita tentang Rasulullah, cerita Para Sahabat
yang sangat mencintai Beliau bahkan rela melakukan apa saja demi kecintaan
mereka terhadap Rasulullah Shalallahualaihi wasallam.
Mungkin ini kisah yang sangat familiar yang sering kita
baca, ketika perang Uhud. Sahabat yang sangat berjasa melindungi Rasulullah
pada perang ini adalah Thalhah. Pada saat pasukan muslimin terkocar kacir
karena dikabarkan bahwa pasukan kafir telah berhasil membunuh Rasulullah. Hanya
ada beberapa sahabat yang berada di dekat Rasulullah, salah satunya adalah
Thalhah. Dia tidak rela setetes darahpun mengalir darai diri Rasullulah, demi
melindungi Rasulullah Thalhah mendapatkan kurang lebih 70 tusukan tombak,
sabetan pedang bahkan 2 jarinya hilang tersabet pedang. Thalhah telah
membuktikan cintanya kepada Rasulullah. Saat Rasulullah hendak ndiaikan keatas
batu untuk untuk melindunginya dari musuh berkali-kali Beliau merosot, dengan
peluh dan darah yang bercucuran Thalhah menunduk dan mengatakan “naiklah ke pundakku ya
Rasulullah.”
Rasulullah bersabda bahwa Thalhah adalah syahid yang
masih berjalan di muka bumi.
Masih tentang perang Uhud, betapapun para Sahabat
berusaha melindungi Rasulullah. Ternyata masih ada celah untuk tentara kafir menghantamnya,
3 cincin besi menancap pada pelipis mulia sang kekasih Allah. Darah bercucuran dari
pelipis agung tersebut, kali ini Abu Ubaidah bin Jarrah yang akan menunjukkan
cintanya pada Rasulullah. Dicabutnya cincin-cincin besi itu menggunakan
giginya, setiap tercabut 1 cincin dari pelipis Rasulullah tercabut juga 1 gigi
Abu Ubaidah.
Setelah cincin-cincin besi itu tercabut darah terus
mengalir dari pelipis Rasulullah, para sahabat tidak tega melihat hal tersebut.
Malik bin Sinan mendekati Rasulullah dan mencecap darah yang mengalir tersebut,
apa yang dilakukan Malik setelah itu ? Rasulullah bersabda “muntahkan Malik”,
Malik menggeleng, tiga kali Rasulullah memerintahkan Malik untuk memuntahkannya
Malik tetap menolak. Bukan berarti Malik membantah perintah Rasulullah. Malik
menelan darah Rasulullah, Malik merasa bahagia dalam dirinya mengalir darah
manusia yang mulia.
Malik nyaris ambruk saat mendengar sabda Rasulullah “siapa
yang ingin melihat penduduk surga lihatlah Malik.”
Setelah perjuangan yang panjang untuk menyabrkan agama Allah. Rasulullah telah melewati berbagai tantangan, dimulai dari penolakan, dihina, dilempar dengan kotoran, diusir dari tanah kelahiran dan masih banyak lagi cobaan yang beliau hadapi dalam menegakkan kalimat Allah. Tibalah waktunya sang kekasih Allah kembali-Nya. Apa kata-kata terakhir yang diucapkan lisa mulia Rasulullah ?
Ummati, ummati, ummati.. Itulah kalimat yang keluar
dari lisan agung Rasulullah Shalallahualaihi wasallam menjelang
wafatnya. Saking cintanya Beliau terhadap umatnya bahkan saat sedang sakaratul
maut pun beliau masih memikirkan umatnya. Tidak ada yang bisa menggambarkan
betapa sakitnya sakaratul maut, bahkan sang kekasih Allah pun merasakan
kesakitan saat sakaratul maut sampai malaikat Jibril memalingkan wajahnya
karena tidak tega melihat Rasulullah menahan sakitnya.
Tetapi Baliau masih memikirkan umatnya, disisa-sisa
umurnya Beliau masih mendoakan umatmya “ya Allah, dahsyat sekali sakaratul maut
ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku jangan pada umatku”. Pengorbanan
apakah yang layak kita persembahkan untuk Rasulullah ? Beliau baru merasa
tenang setelah malaikat Jibril mengatakan “umatmu akan selamat wahai kekasih
Allah.”
Selain kisah diatas
masih banyak lagi kisah para Sahabat yang dapat kita ambil Ibrah. meskipun kita tidak hidup sezaman dengan nabi agung ini, namun Rasulullah telah mewasiatkan Sunnah-sunnahnya untuk kita amalkan. Semoga
kita semua dapat Istiqomah menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahualaihi
wasallam. Semoga kelak kita termasuk umat Beliau yang akan mendapatkan
syafaat nya kelak di Yaumil Akhir.
Dikatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling
sibuk di Padang Mahsyar kelak, Beliau sibuk mencari di mana umatnya.
Semoga kita semua dapat mencintai Rasulullah meskipun tidak akan pernah bisa sebanding dengan cintanya terhadap kita sebagai umatnya dan bisa meneladani akhlak luhur Beliau. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah atas Nabi Muhammad Shalallahualaihi wasallam.
Allahumma shali'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)
“Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku,
maka ia telah mencintaiku.
Dan barangsiapa yang mencintaiku,
Maka aku bersamanya di Surga”
(HR. Tirmidzi)









👍🏻👍🏻 mantap
BalasHapus