DUNIA → MANUSIA → IBADAH
Wahai anak Adam,
Aku menciptakan segala sesuatu untukmu dan
Aku menciptakanmu untuk beribadah kepada-Ku.
Janganlah kamu disibukkan dengan apa yang aku
ciptakan untukmu
Dari melakukan apa yang aku ciptakan kamu untuknya.
Itulah
sebuah atsar yaang harus kita ingat baik-baik. Allah befirman “Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa
yang ada di bumi untukmu,..” (QS. Al-Baqarah : 29). Bumi dan segala isinya
telah Allah ciptakan untuk memenuhi segala kebutuhan manusia dan Allah juga
telah menundukannya (bumi) kepada manusia, karena manusia adalah khalifah (penguasa)
di muka bumi ini.
Bumi
menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran untuk manusia nikmati,
rumput untuk makanan ternak. Segala macam burung dan ikan-ikan yang halal untuk
dimakan oleh manusia. Semuanya Allah ciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Lalu apa tujuan manusia diciptakan ?
Manusia
diciptakan untuk beribadah kepada Allah,
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat : 56). Itulah tujuan
dari penciptaan manusia.
Sebagai
seorang hamba yang Allah ciptakan dengan begitu sempurna dilengkapi dengan akal
pikiran kita seharusnya mengetahui apa yang harus kita lakukan dan apa yang
akan kita capai. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan
tujuan dari ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan tujuan
itu Allah menginginkan agar manusia senantiasa selalu dekat dengan-Nya, agar
manusia selalu mengingat-Nya dan agar manusia meraih kemuliaan disisi-nya.
Jadi
sudah seharusnya manusia berlelah-lelah dalam mencapai tujuan yang telah
dilekatkan pada dirinya dan tujuan itu langsung dari Allah yang
memerintahkannya. Tujuan untuk mencapai kemuliaan dan keridhaan dari-Nya. Tujuan
abadi yang harus dicapai oleh manusia adalah akhirat, agar mendapatkan
kehidupan yang baik diakhirat, yaitu surga. Surga itulah yang harus manusia
kejar dengan sungguh-sungguh dan surga itulah yang Allah kehendaki untuk setiap
hamba-Nya. Allah telah menyeru manusia untuk masuk surga “Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga)...” (QS. Yunus :
25).
Allah
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang selalu menginginkan yang terbaik untuk
setiap hamba-Nya. Allah telah menciptakan bumi dan segala sesuatu yang ada di
dalamnya untuk manusia dan Allah menciptakan manusia untuk beribadah. Dari pernyataan
itu sudah jelas bahwa tugas manusia itu beribadah kepada Allah. Tapi apa yang dilakukan
oleh kebanyakan manusia ?
Mereka
lalai dalam menjalankan tugas yang telah Allah embankan kepadanya dan justru
sibuk mengejar dunia dan kenikmatannya yang sudah jelas-jelas Allah ciptakan
untuknya. Perkara dunia jika dikejar tidak akana ada habisnya “Barang siapa menjadikan dunia sebagai
tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, lalu Allah akan
jadikan kefakiran selalu menghantuinya dan rezeki dunia tak akan lebih
kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barang
siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan
ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan dan rezeki duniawi
mendatanginya padahal ia tak minta” (HR. Baihaqi dan Ibnu Hibban).
Kejarlah
akhirat maka dunia akan mengikutimu, itulah kata-kata yang sering kita dengar. Apakah
kita telah menerapkannya dalam setiap langkah kehidupan kita ? silahkan jawab pada
diri anda masing-masing..
Wallahu’alam..
Segala
kebenaran hanya milik Allah dan jika ada salahnya dari diri saya sendiri..
Semoga
bermanfaat, dan semoga bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang membaca
khususnya saya pribadi ^_^









0 komentar:
Posting Komentar