20 Sifat Wajib Bagi Alloh Dan Penjelasannya
Setiap muslim wajib mengetahui dan mengimani sifat sifat yang
wajib,mustahil,dan mumkin bagi Alloh.ini merupakan satu bentuk
pengamalan Iman kepada Alloh dan Salah satunya yaitu mengetahui dan
mengimani sifat sifat Alloh.Berikut Sifat sifat wajib bagi Alloh dan
penjelasannya.
20 Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Alloh Dan Penjlasannya
1. Wujud (Ada) Mustahil ‘Adam (Tidak ada)
Adanya Allah Bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan,Tapi Allah ada dengan Dat- Nya sendiri.
Dalil ‘Aqli : Karena ada ciptaan-Nya,adanya alam semesta dan isinya
cukup menjadi alasan akan Adanya Alloh. KArena tidak mungkin ada ciptaan
kalau tidak ada yang menciptakannnya.
Dalil Naqli : Surat Ar-Ro’du ayat 16:
{قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ … قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ
الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (16)} [الرعد: 16]
16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”.
…..” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan
yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.
2. Qidam (Terdahulu/Tak berawal) Mustahil Hudust (Baru/Ada awalnya)
Dalil ‘Aqli : Qidam hakikatnya adalah menafikan bermulanya wujud Allah Swt.
Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada
penengah antara qodim dan hadits. Apabila Allah hadits maka mesti
membutuhkan muhdits (yang membuat) mislanya A, dan muhdits A mesti
membutuhkan kepada Muhdits yang lain, misalnya B. Kemudian muhdits B
mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C. Begitulah
seterusnya.Apabila tiada ujungnya, maka dikatakan tasalsul (peristiwa
berantau), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan
daur (peristiwa berputar). Masing-masing dari tasalsul dan daur adalah
mustahil menurut akal. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur,
yaitu hudutsnya Allah adalah mustahil, maka Allah wajib bersifat Qidam
Dalil Naqli : Surat Al-Hadid ayat 3:
{هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ} [الحديد: 3]
Dialah yang Awal dan yang akhir.
3. Baqo (Kekal/Tiada akhirnya) lawannya Fana (Rusak/Musnah)
Dalil
‘Aqli :Seandainya Allah tidak wajib Baqo, yakni Wenang Allah Tiada,
maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan
dari Allah berdasarkan dalil yang telah lewat dalam sifat Qidam.
Dalil Naqli : Surat Ar-Rahman ayat 27:
{ن: وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27) } [الرحم28]
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
4. Mukholafatu Lilhawadist (Berbeda dengan makhluknya) Mustahil Mumatsalatu Lilhawadist (Menyerupai makhluknya)
Dalil ‘Aqli : Apabila diperkirakan Allah menyamai sekalian makhluknya,
niscaya Allah adalah baru (Hadits), sedangkan Allah baru adalah mustahil
Dalil Naqli : Surat Asy-Syuro ayat 11:
{لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } [الشورى: 11]
tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,
5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan Dzatnya sendiri) lawannyaIhtiyaj (Membutuhkan)
Dalil
‘Aqli :Seadainya Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat,
sebab hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat
selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya.
Dan apabila Allah “Sifat” adalah mustahil, sebab apabila Allah “sifat”,
maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah,
sedangkan sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi
Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak
disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah adalah salah (Bathil), dan
batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada
dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya
(istighna)nya Allah dari dzat.
Seandainya Allah membutuhkan sang pncipta, niscaya Allah baru (Hadts),
sebab yang membutuhkan pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qodim
tidak membutuhkannya. Dan mustahil Allah Hadits, karena segala sesuatu
yang hadits harus membutuhkan sang pencipta (mujid) yang kelanjutannya
akan mengakibatkan daur atau tasalul
Dalil Naqli : Surat Al-Ankabut ayat 6:
إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ العنكبوت: 6
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
6. Wahdaniyyat (Esa/Tunggal) mustahil Ta’addud (Lebih dari satu)
Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Ta’addud (tidak tunggal) maka tidak akan
ada ciptaanNya, karena apabila Allah ada dua tentu mereka akan berbagi
pendapat, dan itu mustahil. Maka tidak mungkin Allah Ta’addud.
Dalil Naqli : Surat Al Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
7. Qudrat (Berkuasa atas segala sesuatu) Mustahil ‘Ajzu (Lemah/Tidak bisa berbuat apa – apa)
Dalil ‘Aqli : Dalilnya adalah adanya alam semesta. Proses penyusunan
dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan niscaya Allah lemah(‘Ajzun), dan
apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk barang
sedikitpun
Dalil Naqli : Surat Al Baqoroh ayat 20:
إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [البقرة: 20]
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
8.Irodat (Berkehendak) Mustahil Karohah (Terpaksa)
Dalil
‘Aqli : Dalilnya adalah adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil,
seandainya allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa
(karohah), dan allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan
disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat
qudrot adalah mustahil, sebab akanberakibat lemahnya Alla, sedangkan
lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu membuat makhluk
barang sedikitpun.
Dalil Naqli : Surat Hud ayat 107:
إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ هود: 107
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.
9. 'Ilmu (Maha Mengetahui) mustahil Jahl (Bodoh)
Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah jahal (Bodoh) pasti Allah tidak Irodat(tidak berkehendak karena bodoh), dan itu mustahil.
Dalil Naqli : Surat Al Baqoroh ayat 231:
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
10. Hayat (Hidup) Mustahil Maut (Mati)
Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Maut (Mati) pasti Allah tidak Qudrat, Iradat dan tidak ‘Ilmu, dan itu mustahil.
Dalil naqli : Surat Al Baqoroh ayat 255:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ البقرة: 255
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)
11. Sama' (Maha Mendengar) Mustahil Shomam (Tuli)
Dalil
‘Aqli :Allah maha mendengar,apabila Alloh tidak mendengar bagaimana
mungkin Dia akan mendengar Doa makhlukNya,Maka Muttahil Alloh tadak
mendengar.
Dalil Naqli : Surat Asy Syuro ayat 11:
وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ الشورى: 11
dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.
12. Bashor (Maha Melihat) Mustahil ‘Amaa (Buta)
Dalil
‘Aqli : Tidak masuk akal apabila Allah tidak melihat,Bagaiman Alloh
akan mengatur Alam semesta beserta isinya apabila Alloh sendiri tidak
melihat maka Mustahil ‘Amaa (Buta)
Dalil Naqli : Surat Asy Syuro ayat 11:
وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ الشورى: 11
dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.
13. Kalam (Berfirman) lawannya Bukmu (Tidak berfirman/tidak bisa berbicara)
Ini
sifat yang tetap ada, yang qadim lagi azali, yang berdiri pada dzat
Allah Swt, sebagai contoh adalah Al- Qur’an, ini merupakan perkataannya
(kalam) Allah Swt yang abadi sepanjang masa.]
Dalilnya dalam surat An-Nisa ayat 164:
وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا النساء: 164
dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung
14. Kaunuhu Qodiron Mutahil ‘Ajizan
Dalilnya sama dengan dalil sifat Qudrot
15. Kaunuhu Muridan Mustahil Karihan
Dalilnya sama dengan dali sifat Irodat
16. Kaunuhu‘Aliman Mustahil Jahilan
Dalilnya sama dengan dalil sifat ‘Ilmu
17. Kaunuhu Hayyan lawannya mayyitan
Dalilnya sama dengan dalil sifat hayat
18. Kaunuhu Sami'an lawannya Ashomma
Dalilnya sama dengan sifat Sama’
19. Kaunuhu Bashiron lawannya A’maa
Dalilnya sama dengan dalil sifat Bashor
20. Kaunuhu Mutakaliman lawannya Abkama
Dalilnya sama dengan dalil sifat Kalam
0 komentar:
Posting Komentar