SABAR DAN SYUKUR JADI PENENTU

Kita pasti tidak asing mendengar kata sabar maupun syukur. Sederhana namun sangat bermakna. Apa kaitannya kedua kata tersebut? Ternyata pak Sabar adalah adik kandung pak Syukur. Bukan seperti itu yaa.. 
Sejatinya kita hidup di dunia ini tidak luput dari ujian. Ada berbagai macam ujian yang dihadapi oleh manusia. Anak sekolah diberi ujian agar bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karyawan di kantor diberikan tugas yang mana dalam mengerjakan tugas itu dia akan dihadapkan dengan berbagai ujian. Namun hal itu tetap akan dia kerjakan agar bisa naik jabatan. Dan masih banyak lagi ujian-ujian lain yang dihadapi oleh manusia. 
Kebanyakan dari kita mengira bahwa ujian itu adalah sesuatu yang membuat kita rugi, menderita, tertimpa musibah, kehilangan sesuatu yang berharga dan sebagainya. Tapi cobaan bukan hanya seputar itu saja. Harta, jabatan, kekuasaan, kebahagiaan dan sesuatu yang membuat kita merasakan kebahagiaan juga merupakan ujian. Sedih dan senang, suka dan duka, lapang dan sempat, berat dan ringan semua itu adalah ujian. 
Jika para jomblo merasa ujiannya sangat berat percayalah setelah dilamar/melamar ujian itu tetap akan ada, hanya bentuknya saja yang berbeda. Dan jangan kalian berpikir setelah menikah ujian kalian akan selesai, itu salah besar. Justru setelah menikah kamu akan disambut oleh berbagai ujian yang lebih komplek. Sedikit seram membacanya, namun ini bukan untuk menakut-nakuti para jomblo yang istiqomah dengan statusnya. Ini lebih untuk menyadarkan para jomblo yang ngebet kepengen nikah tapi belum punya ilmunya. Hai para jomblo nikah itu bukan sekedar aku dan kamu menjadi satu lalu kita hidup bahagia selama-lamanya sampai maut memisahkan. Gak gitu konsepnya mblo. Yang sabar ya para jomblo. Syukuri setiap proses yang kamu jalani. 
Udah dulu bahas jomblo, nanti ada yang tersinggung. Kembali ke pembahasan utama kita. Jika hidup selalu dipenuhi dengan ujian. Pagi, siang malam. Di rumah, di sekolah, di kantor di mana-mana ada ujian. Lantas kapan kita akan mendapatkan hasil ujian kita? Mungkin ada yang bertanya-tanya dari tadi ujian terus. Apa hubungannya dengan sabar dan syukur? 
Ternyata pak Sabar dan pak Syukur sedang dapat ujian. Pak Sabar seorang peternak ayam, sakarang ayamnya banyak yang sedang bertelur. Tapi karena cuaca yang sering hujan setiap hari hujan dan setiap malam katak bernyanyi riang di dalam parit, telur-telur ayam itu banyak yang busuk. Kalian paham kan, intinya pak Sabar sedang sedih meratapi telur ayamnya yang busuk. Lain cerita dengan pak Syukur. Pak Syukur seorang petani palawija. Hasil kebunnya berlimpah ruah. Pak Syukur mendapatkan banyak keuntungan. Setiap hari dia sibuk memanen hasil kebunnya. 
Kita punya dua cerita yang berbeda antara pak Sabar dan pak Syukur. Pak Sabar yang sedang bersedih dan pak Syukur yang bergembira. Kejadian yang menimpa pak Sabar dan pak Syukur adalah ujian. Pak Sabar dengan ujian yang dihadapinya, apa sikap pak Sabar terhadap ujian tersebut. Apakah seperti namanya sabar atau justrus pak Sabar malah futur (tidak semangat). Kemudian ada pak Syukur. Ternyata hasil panen berlimpah yang didapatinya juga merupakan ujian. Apakah dengan hal itu membuatnya bersyukur seperti namanya atau sebaliknya jadi kufur (tidak mengakui nikmat). 
Kapan hasil ujian bisa kita dapatkan? Dari dua kejadian di atas. Pak Syukur mungkin mendapatkan hasil panen berlimpah, tapi bukan itu hasil dari ujiannya. Hasil ujian selalu diberikan diakhir. Begitu juga dengan ujian manusia, hasilnya akan diberikan di akhirat. 
Hanya ada dua hasil yang didapatkan. Berhasil atau tidak. Untung atau rugi. Surga atau neraka. Kita hanya punya dua pilihan. Dan hasil apa yang akan kita dapatkan di akhirat tergantung pada sikap kita dalam menghadapi ujian. Jika saat diberi cobaan kita bersabar dan diberi nikmat kita bersyukur makan hasil yang kita dapatkan di akhirat adalah surga (InsyaAllah). Jika yang kita lakukan adalah futur dan kufur maka neraka lah hasil yang akan kita dapatkan. 

Wallahualam Bissawab.. 

Tentang Rasa

Ini bukan judul lagu ataupun cerita

Ini hanya sebait kata yang ingin disampaikan

Segala unek-unek didada

Menuntuk untuk segera diutarakan


Akhir-akhir ini entah kenapa

Banyak sekali rasa yang timbul dalam di dada

Rindu, harap dan kecewa

Semua itu tak bisa dicegah


Apakah rasa itu salah? 

Tidak.. 

Kita yang kurang dewasa menyikapinya

Dan kita yang terlalu rajin memupuknya

Hingga menimbulkan sesak didada


Pernah terbersit tanya dijiwa

Benarkah ini semua? 

Apakah aku terlalu memaksa? 

Bisakah semua berjalan mulus tanpa kecewa? 


Tapi sejatinya tidak ada yang membuatmu kecewa

Itu karena harapan yang tidak semestinya

Bukankah kita tidak seharusnya menggantung harapan kepada manusia

Seharusnya hanya kepada Yang Esa 


Jika ini terlihat terlalu cepat

Lantas berapa lama lagi waktu yang diperlukan

Bukankah dari awal sudah ku katakan

Aku tidak mau menunggu terlalu lama

Karena syaitan suka merayu dan menggoda


Kalian pasti mengerti maknanya

Jujur aku tersenyum saat menulisnya

Namun apa daya

Mata ini terlihat masih berkaca-kaca


Harap dimaklumi saja

Semoga dia bisa memahaminya

Wait, siapa dia? 

Dia dia dia aku hampir lelah menunggunya (bacanya pakai nada ya, tapi gak ingat lagu siapa) 


Sudahlah yaa.. 

Kenapa jadi panjang lebar

Padahal hanya ingin menyampaikan tentang rasa

Malah jadi mengada-ngada


Tetapi tidak mengapa

Sekarang aku merasa lebih lega

Unek-unek didada telah disampaikan kata

Walaupun rasa khawatir masih ada


Apa yang akan terjadi selanjutnya? 

Entah berapa lama? 

Kapan dan bagaimana? 

Aku hanya bisa menunggu itu semua

Maaf, sepertinya aku merasa malu untuk bertanya 


Biarkan waktu yang kan menjawab

Allah pasti sudah mengatur skenarionya

Aku hanya bisa berdoa

Maaf, jika usahaku belum seberapa


Entah ini puisi atau apapun namanya

Aku hanya ingin menulisnya

Dan berharap dia mengetahuinya

Yang aku butuhkan adalah sesuatu yang membuat aku yakin akan ini semua

Walaupun aku tau takdir sudah diatur oleh Yang Kuasa





Puisi pertama yang diupload 😊 Biasanya hanya memenuhi ruang kepala atau berceceran di atas kertas yang entah sekarang ada di mana ataupun menjadi file tanpa nama😄

Setelah berurai air mata, menulis sebait rasa sedikit membuat hati lega. 

Tapi tetap saja I need holiday (pengen teriak tapi gak bisa) 

Kasian sekali otakku yang imut-imut ini

Pengen terbang tapi tak bisa karena bidadari tak bersayap

Baca buku jadi tambah kepikiran karena buku yang dibeli yaa gitu deh. You know what i mean

Udah titik gak usah dilanjutin lagi kepanjangan jadi lavar sekian dulu Terima kasih