MATERI KULIAH


BAB I
PENDAHULUAN
a.Latar Belakang
           Kreativitas anak usia dini merupakan aset yang ternilai harganya,meskipun demikian sering kali para orang tua dan guru mengabaikan hal tersebut.Mereka lebih mengutamakan kepintaran belaka padahal jika ditinjau dari berbagai segi, kretivitas seseorang sering kali menjadi bekal yang sangat berguna di masa depan.Maka melalui pembuatan makalah tentang memasuki dunia anak,kami menyajikan berbagai informasi yang berguna bagi para orang tua dan terlebih bagi para kaum pendidik tentang pentingnya mengembangkan  kreativitas anak sejak usia dini.
b.Rumusan masalah
1.bagaimana aspek-aspek perkembangan anak usia dini?
2.seperti apakah dunia anak?
3.bagaimana fungsi otak kita?
4.seperti apa tahap perkembangan otak?
5.bagaimana tahap perkembangan lahiriah seorang anak?

c.Tujuan
1.makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas dari mata kuliah tentang  pengembangan kreativitas anak usia dini.
2.memberikan gambaran tentang dunia anak.
3.memberikan informasi kepada pembaca tentang pentingnya membangun kreativitas anak usia dini.





BAB II
PEMBAHASAN

A.Pemahaman perkembangan anak
(Kognitif,Motorik Kasar dan Motorik Halus,Bahasa,Social Emosional)
1. Perkembangan Kognitif
Pada masa kanak-kanak awal, anak berfikir konfergen menuju suatu jawaban yang paling mungkin dan yang paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut perkembangan kognitif Piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada tahap perkembangan praorerasional (2-7 tahun), istilah praoperasional menunjukkkan pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada tahap praoprasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan baik (santrock, 2002),yang sering dikatakan  anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis. Adapun ciri-ciri berfikir pada tahap praoprasional adalah sebagai berikut:
a.   Anak mulai menguasai fungsi simbolis; sebagai akibatnya,anak mulai mampu bermain pura (pretend play), disamping itu penguasaan bahasa menjadi semakin sistematis.
b.   Terjadi tingkah laku imitasi;anak suka melakukan peniruan besar-besaran, terutama pada kakak atau teman yang lebih besar usianya dan dari jenis kelaminnya sama.Tingkah laku imitasi ini dilakukan secara langsung maupuan tertunda. Pada tingkah laku imitasi tertunda, anak setelah melihat tingkah laku orang lain,tidak langsung menirukan, melainkan ada rentangan waktu beberapa saat baru menirukan.
c.   Cara bepikir anak egosentris; yaitu suatu ketidak mampuan untuk membedakan antara perspektif (sudut pandang) seseorang dengan perspektif orang lain (santrock,2002)..
d.   Cara berfikir anak centralized, yaitu terpusat pada satu dimensi saja (monks dkk.,1998). Sebagai contoh, pada suatu eksperimen, anak dipertunjukkan dua gelas A dan B yang sama diameter dan tingginya, pada kedua gelas itu diisi air jeruk yang sama banyaknya, kemudian anak ditanya air jeruk yang ada di gelas A dengan gelas B mana yang lebih banyak, maka anak dengan cepat akan menjawab  “sama banyaknya”. Jawaban ini  didasarkan pada pandangan tentang garis sejajar yang ditariknya dari permukaan air jeruk yang ditariknya dari permukaan air jeruk yang ada didalam gelas A dan gelas B. setelah itu dengan disaksikan anak, air jeruk yang ada digelas B dituangkan digelas C yang diameternya lebih kecil, tetapi lebih tinggi, kemudian anak ditanya lagi, mana yang lebih banyak antara air jeruk gelas A dengan gelas C. Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, anak akan menjawab air jeruk di gelas C lebih banyak, karna permukaannya lebih tinggi. Dalam hal ini anak mengabaikan dimensi lebar gelas, dan  hanya memperhatikan dimensi tinggi dari gelas.cara berfikir seperti ini dikatakan belum menguasai gejala konservasi.
e.   Berpikir tidak dapat dibalik ; operasi logis anak pada masa ini belum dapat dibalik. Sebagai contoh Adi ditanya: “Adi, kamu punya saudara tidak?”, jawab adi:”punya”. Setelah itu Adi ditanya lagi, “siapa nama saudaramu?”, Adi menjawab: “Mita”, kemudian sekali lagi adi ditanya:”Apakah Mita mempunyai saudara?”, Adi menjawab: ”tidak”. Dalam hal ini Adi tidak sadar bahwa dirinyalah saudara Mita (Monks dkk.,1998)
f.   Berfikir terarah statis; artinya dalam berfikir anak tidak pernah memperhatikan dinamika proses terjadinya sesuatu.


2. Perkembangan Motorik Kasar dan Halus
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.    
Jadi dapat disimpulkan pula bahwa perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasiPengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Sebelum perkembangan itu terjadi anak akan tetap tidak berdaya.
     Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus keterampilan – keterampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
    a.Perkembangan Gerakan  Motorik Kasar
       Perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan tubuh seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar, dan menangkap, serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak sangat mnyenangi kegiatan fisik yang mengandung bahaya, seperti melompat dari tempat tinggi. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan berbahaya bertambah, anak pada masa ini menyukai kegiatan lomba seperti balapan sepeda, atau kegiatan lain yng mengandung bahaya.

    b. Perkembangan Gerakan Motorik Halus
    Perkembangan motorik halus pada masa usia 6-7 tahun, koordinasi gerakan berkembang secara pesat, pada masa ini anak sudah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerkan mata dengan tangan, lengan dan tubuh secara bersamaan, antara lain dapat dilihat saat anak menulis dan menggambar.

Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode ini, antara lain :

a). Anak Usia 5 Tahun
·         Mampu melompat dan menari
·         Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan
·         Dapat menghitung jari – jarinya
·         Mendengar dan mengulang hal – hal penting dan mampu bercerita
·         Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
·         Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
·         Mampu membedakan besar dan kecil
b). Anak Usia 6 Tahun
·         Ketangkasan meningkat
·         Melompat tali
·         Bermain sepeda
·         Mengetahui kanan dan kiri
·         Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
·         Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
c). Anak Usia 7 Tahun
·         Mulai membaca dengan lancar
·         Cemas terhadap kegagalan
·         Peningkatan minat pada bidang spiritual
·         Kadang Malu atau sedih
d). Anak Usia 8 – 9 Tahun
·         Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
·         Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
·         Ketrampilan lebih individual
·         Ingin terlibat dalam sesuatu
·         Menyukai kelompok dan mode
·         Mencari teman secara aktif.
e). Anak Usia 10 – 12 Tahun
·         Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh  yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
·         Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.
·         Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
·         Mulai tertarik dengan lawan jenis.
 
3.Perkembangan Aspek Bahasa (berbicara)
Perkembangan bahasa di tingkat pemula ( bayi) dapat dianggap semacam persiapan berbicara.
a. Pada bulan-bulan pertama, bayi hanya pandai menangis. Dalam hal ini tangisan bayi dianggap sebagai pernyataan rasa tidak senang.
b. Kemudian ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak dinyatakannya.
c. Selanjutnya ia mengeluarkan bunyi ( suara-suara ) yang banyak ragamnya. tetapi bunyi-bunyi itu belum mempunyai arti , hanya untuk melatih pernapasan saja.
d. Menjelang usia pertengahan di tahun  pertama, ia meniru suara-suara yang didengarkannya, kemudian mengulangi suara tersebut, tetapi bukan karna dia sudah mengerti apa yang dikatakan kepadanya.
Ada dua alasan mengapa bayi belum pandai berbicara: pertama, alat-alat bicaranya belum sempurna. Kedua, untuk dapat berbicara, ia memerlukan kemampuan berpikir yang belum dimiliki oleh anak bayi. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui belajar dan berkomunikasi dengan orang lain secara timbal balik.
Ditingkat pemula ( bayi ) tidak ada perbedaan perkembangan bahasa antara anak yang tuli dengan anak yang biasa. Anak tuli juga menyatakan perasaan tak senang dengan cara menangis. sedangkan rasa senangnya dinyatakan dengan berbagai macam suara raban, tetapi tingkat perkembangan bahasa yang selanjutnya tidak dialami olehnya. Ia tidak mampu mengulangi suara-suara rabannya dan suara orang lain. Jika ia nanti sudah besar, ia akan menjadi bisu.
Pada mulanya motif anak mempelajari bahasa adalah agar dapat memenuhi:
  1. keinginan untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya, diri sendiri, dan kawan-kawannya ini terlihat pada anak usia 2 setengah – 3 tahun.
  2. Memberi perintah dan menyatakan kemauannya.
  3. Pergaulan sosial dengan orang lain.
  4. Menyatakan pendapat dan ide-idenya.
Perkembangan bahasa seorang anak menurut Clara dan William Stern, ilmuan bangsa Jerman, dibagi dalam empat masa, yaitu: masa kalimat satu kata, masa memberi nama, masa kalimat tunggal dan masa kalimat majemuk.
  1. Kalimat satu kata: satu tahun s.d satu tahun enam bulan
Dalam masa pertama ini seorang anak mulai mengeluarkan suara-suara raban yakni permainan dengan tenggorokan, mulut dan bibir supaya selaput suara menjadi lebih lembut. Selain itu di masa ini seorang anak sudah dapat menirukan suara-suara walaupun tidak begitu sama persis dengan bunyi aslinya. Di masa ini juga mulai terbentuknya satu kata. Anak sudah mulai bisa mengucapkan kata seperti “ibu” dan lainnya.
  1. Masa memberi satu nama: satu setengah tahun s.d dua tahun
Dalam masa kedua ini terjadi masa apa itu, masa dimana mulai timbul suatu dorongan dalam diri seorang anak untuk mengetahui banyak hal. Inilah yang menyebabkan anak akan sering bertanya apa ini? apa itu? siapa ini? dan lainnya. Dan di masa ini kemampuan anak merangkai kata mulai meningkat. Dulu yang hanya bisa satu kata, bertambah menjadi dua kata, tiga kata hingga lebih sempurna.
  1. Masa kalimat tunggal: dua tahun s.d setengah tahun.
Dalam masa ketiga ini terdapat usaha anak untuk dapat berbahasa dengan lebih baik dan sempurna. Anak mulai bisa menggunakan kalimat tunggal serta menggunakan awalan dan akhiran pada kata. Namun tak jarang anak membuat kata-kata baru yang lucu didengar dengan menggunakan caranya sendiri.
  1. Masa kalimat majemuk : dua tahun enam bulan dan seterusnya.
Di tahap ini seorang anak sudah dapat mengucapkan kalimat yang lebih panjang dan sempurna,baik berupa kalimat majemuk dan berupa pertanyaan, sehingga susunan bahasanya terdengar lebih sempurna.
5. Sosial dan emosional

1.Perkembangan Emosi
Emosi memainkan peran yang penting dalam kehidupan anak. Sering dan kuatnya emosi anak akan merugikan penyesuaian sosial anak. Emosi yang tidak menyenangkan (unpleasent emotion) merugikan perkembangan anak. Sebaliknya, emosi yang menyenangkan (pleasent emotion) tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi juga merupakan sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan bagi perkembangan anak. Pergaulan yang semakin luas dengan teman sekolah dan teman sebaya lainnya dapat mengembangkan emosinya. Anak akan belajar untuk mengendalikan ungkapan-ungkapan emosi yang kurang dapat diterima.
Ciri-ciri Emosi Masa Kanak-kanak
a.    Emosi anak berlangsung relatif singkat (sebentar)
Emosi anak hanya beberapa menit dan sifatnya tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena emosi anak menampakkan dirinya di dalam kegiatan atau gerakan yang nampak.
b.   Emosi anak kuat atau hebat
Hal ini terlihat bila anak takut, marah, atau sedang bersenda-gurau. Mereka akan nampak marah sekali, takut sekali, tertawa terbahak-bahak meskipun kemudian cepak hilang.
c.   Emosi anak mudah berubah
Sering kita jumpai seorang anak yang  baru saja menangis berubah menjadi tertawa, dari marah berubah tersenyum. Sering terjadi perubahan, saling berganti-ganti emosi, dari emosi susah ke emosi senang dan sebaliknya dalam waktu yang singkat.
d.   Emosi anak nampak berulang-ulang
Hal ini timbul karena anak dalam proses perkembangan kearah kedewasaan. Ia harus mengadakan penyesuaian terhadap situasi di luar, dan hal ini dilakukan secara berulang-ulang.
e.   Respon emosi anak berbeda-beda
Pengamatan terhadap anak dengan berbagai tingkat usia menunjukkan bervariasinya respon emosi. Pada waktu bayi lahir, pola responnya sama. Secara berangsur-angsur, pengalaman belajar dari lingkungannya membentuk tingkah laku dengan perbedaan emosi secara individual.
f.   Emosi anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya
Meskipun anak kadang-kadang tidak memperlihatkan reaksi emosi yang nampak dan langsung, namun emosi itu dapat diketahui dari tingkah lakunya. Misalnya melamun, gelisah, menghisap jari, sering menangis, dan sebagainya.
g.   Emosi anak mengalami perubahan dalam kekuatannya
Suatu ketika emosi anak begitu kuat, kemudian berkurang. Emosi yang lain mula-mula lemah kemudian berubah menjadi kuat.
h.   Perubahan dalam ungkapan-ungkapan emosional
Anak-anak memperlihatkan keinginan yang kuat terhadap apa yang mereka inginkan. Ia tidak mempertimbangkan bahwa keinginan itu baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, juga tidak mempertimbangkan bahwa untuk memenuhi keinginannya itu memerlukan biaya yang tidak terjangkau oleh orang tuanya.

2.   Perkembangan Sosial
Perkembangan emosi tak dapat dipisahkan dengan perkembangan sosial, yang sering disebut sebagai perkembangan tingkah laku sosial. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana ia berada secara terus-menerus.
a.   Kegiatan bermain
Bermain sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis, dan sosial anak. Dengan bermain anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan sebagai pengalaman berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada anak untuk berinteraksi dan bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan yang disukai anak cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok, kecuali bagi anak-anak yang kurang diterima dikelompoknya dan cenderung memilih bermain sendiri.
b.   Teman sebaya
Teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan atau teman bermain di luar sekolah. Pengaruh teman sebaya sangat besar bagi arah perkembangan sosial anak baik yang bersifat positif maupun negatif. Keinginan anak untuk diterima dalam kelompoknya sangat besar. Anak berusaha agar teman-teman dikelompoknya menyukai dirinya. Santrock (1997, 325) menyatakan bahwa anak sering berpikir: Apa yang bisa aku lakukan agar semua teman menyukaiku? Apa yang salah padaku? Mereka berupaya agar mendapat simpati dari teman-temannya, bahkan ingin menjadi anak yang paling populer di kelompoknya.
Wentzal dan Asher menyatakan para pakar perkembangan membedakan 3 tipe anak yang tidak populer, yaitu:
1)   Anak yang diabaikan (neglected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan sebagai teman terbaik tetapi bukan tidak disukai oleh teman-teman di kelompoknya. Anak ini biasanya tidak memiliki teman bermain yang akrab, tetapi mereka tidak dibenci atau ditolak oleh teman sebayanya.
2)   Anak yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan oleh seseorang sebagai teman terbaik dan tidak disukai oleh kelompoknya, karena biasanya anak yang ditolak adalah anak yang agresif, sok kuasa, dan suka mengganggu. Anak ini biasanya mengalami problem penyesuaian diri yang serius dimasa dewasa.
3)   Anak yang kontrovesi (controversial chidren) adalah anak yang sering dinominasikan keduanya yaitu baik sebagai teman terbaik dan sebagai teman yang tidak disukai (Santrock (1997, 325)).

B. Pemahaman Dunia Anak
Dunia anak adalah dunia bermain, dalam kehidupan anak-anak, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain. Filsuf Yunani, Plato, merupakan orang pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari bermain. Anak-anak akan lebih mudah mempelajari aritmatika melalui situasi bermain. Bermain dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak. Istilah bermain diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mempergunakan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian, memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan dapat mengembangkan imajinasi anak
Menurut Singer (dalam Kusantanti, 2004) mengemukakan bahwa bermain dapat digunakan anak-anak untuk menjelajahi dunianya, mengembangkan kompetensi dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak. Dengan bermain anak memiliki kemampuan untuk memahami konsep secara ilmiah, tanpa paksaan.
Bermain menurut Mulyadi (2004), secara umum sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan secara spontan. Terdapat lima pengertian bermain :
1.      Sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai intrinsik pada anak,
2.      Tidak memiliki tujuan ekstrinsik, motivasinya lebih bersifat intrinsik,
3.      Bersifat spontan dan sukarela, tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak,
4.      Melibatkan peran aktif keikutsertaan anak,
5.      Memilikii hubungan sistematik yang khusus dengan seuatu yang bukan, bermain, seperti kreativitas, pemecahan masalah, belajar bahasa, perkembangan sosial dan sebagainya.
Banyak konsep dasar yang dapat dipelajari anak memalui aktivitas bemain. Pada usia prasekolah, anak perlu menguasai berbagai konsep dasar tentang warna, ukuran, bentuk, arah, besaran, dan sebagainya. Konsep dasar ini akan lebih mudah diperoleh anak melalui kegiatan bermain.
Pada umunya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak adalah masa terpanjang dalam rentang kehidupan seseorang, saat individu dimana relatif tidak berdaya dan tergantung dengan orang lain. Menurut Hurlock (1980), masa kanak-kanak di mulai setelah bayi yang penuh dengan ketergantungan, yaitu kira-kira usia 2 tahun sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk laki-laki. Masa kanak-kanak di bagi lagi menjadi dua periode yang erbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak. Periode awal berlangsung dari umur 2-6 tahun, dan periode akhir pada masa usia 6 sampaitiba saatnya anak matang secara seksual. Garis pemisah ini pnting, khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah masuk sekolah. Sedangkan para pendidik menyebut sebagai tahun-tahun awal masa kanak-kanak sebagai usia pra sekolah, demikian halnya menurut Mönks, dan Haditono (2004) disebut sebagai anak pra sekolah.
Anak pada usia dini sebagai usia dimana anak belum memasuki suatu lembaga pendidikan formal, seperti Sekolah Dasar (SD), dan biasanya mereka tetap tinggal di rumah atau mengikuti kegiatan dalam bentuk berbagai lembaga pendidikan pra sekolah seperti kelompok bermain, taman kanak-kanak atau taman penitipan anak
Menurut Setiawan (2002), yang mengacu pada teori Piaget, anak usia dini dapat di katakan sebagai usia yang belum dapat di tuntut untuk berpikir secara logis, yang di tandai dengan pemikiran sebagai berikut :
·         Berpikir secara konkrit, dimana anak belum daat memahami atau memikirkan hal-hal yang bersifat abstrak (seperti cinta dan keadailan).
·         Realisme, yaitu kecenderungan yang kuat untuk menanggapi segala sesuatu sebagai hal yang riil atau nyata.
·         Egosentris, yaitu melihat segala sesuatu hanya dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mudah menerima penjelasan dari si lain.
·         Kecenderungan untuk berpikir sederhana dan tidak mudah menerima sesuatu yang majemuk.
·         Animisme, yaitu kecenderungan untuk berpikir bahwa semua objek yang ada dilingkungannya memiliki kualitas kemanusiaan sebagaimana yang dimiliki anak.
·         Sentrasi, yaitu kecenderungan untuk mengkonsentrasikan dirinya pada satu aspek dari suatu situasi.
·         Anak usia dini dapat dikatakan memiliki imajinasi yang sangat kaya dan imajinasi ini yang sering dikatakan sebagai awal munculnya bibit kreativitas pada anak.
Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 2 – 6 tahun, yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki karakteristik berpikir konkrit, realisme, sederhana, animism, sentrasi, dan memiliki daya imajinasi yang kaya.
C. Pemahaman Fungsi Otak

Fungsi Otak - Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

1.Macam Macam Otak Manusia
Otak mansia dibagi kepada 4 bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebelum), otak tengah (mesensefalon), dan sumsum lanjutan (medulla oblongata). Keempat otak ini memiliki peranan serta fungsi masing masing untuk tubuh. Berikut pengertian serta fungsi dari keempat otak tersebut:
2. Fungsi Otak Besar
             Otak besar atau cerebrum adalah otak dibagian depan otak yang paling menonjol. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, maksudnya belahan otak kiri mengatur dan melayani tubuh bagian kanan dan belahan otak kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri. Jika otak sebelah kiri mengalami gangguan, maka bagian tubuh kanan akan mengalami gangguan, bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Otak besar merupakan saraf utama.
    Fungsi Otak Besar adalah sebagai pusat kegiatan-kegiatan yang didasari seperti mengingat, berpikir, melihat, berbicara, bergerak dan mendengar. Otak besar manusia terletak didalam tulang tengkorak. Permukaan otak besar berlipat lipat dan terbagi atas dua belahan (hemisfer).
3. Fungsi Otak Kecil (cerebellum)
    Otak kecil atau cerebellum merupakan bagian otak belakang. Otak kecil ini terletak dibawah lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk lekuk.
    Fungsi Otak Kecil yaitu sebagai penyeimbang tubuh dan sebagai pusat koordinasi kerja otot ketika bergerak. Otak kecil terletak dibawah otak besar bagian belakang. Otak kecil terbagi atas belahan kanan dan kiri serta terbagi menjadi dua lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Belahan kanan dan kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan varol. Jembatan varol ini berfungsi untuk menghantarkan impuls otot - otot bagian kanan dan kiri tubuh.
    Bagian bagian otak kecil:
    - Mid-diencephalic tettitory
    - Hipotalamus, yang merupakan pusat pengendalian waktu biologis, suhu tubuh dan sekresi hormon.
    - Pretektum
    - Epitalamus
  4.  Fungsi Otak Tengah (mesensefalon)
    Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Bagian atas otak tengah merupakan pusat refleks mata dan pusat pendengaran.
  Fungsi otak tengah manusia menjadi perbincangan saat ini karena disebut-sebut menjadi sebuah faktor yang mendorong kemampuan luar biasa manusia bahkan melebihi fungsi otak kanan dan kiri. Otak termasuk dalam bagian sistem saraf yang merupakan pusat keputusan dan komunikasi tubuh. Susunan sistem syaraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer yang terbentuk dari serabut-serabut saraf.
  5.  Fungsi Sumsum Lanjutan
    Sumsum lanjutan disebut juga sumsum sambungan atau batang otak yang merupakan penghubung antara otak dengan sumsum tulang belakang. Sumsum lanjutan terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam yang berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron serta lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit.
    Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai:
    - Pusat pengedali pernafasan
    - Menyempitkan pembuluh darah
    - Mengatur suhu tubuh
    - Mengatur denyut jantung

Itulah bagian bagian otak manusia beserta fungsinya yang terbagi kepada empat bagian, masing-masing otak tersebut mempunyai peranan yang berbeda untuk tubuh. Tidak ada yang lebih penting antara keempat bagian otak tersebut, semuanya memiliki peranan penting untuk tubuh manusia.

6.Otak Kanan dan Otak Kiri
Lalu apa itu otak kanan dan otak kiri ? Anda tentu pernah membaca atau mendengar bahwa otak kanan dan otak kiri mengontrol berbagai jenis kemampuan yang berbeda. Dan setiap orang memiliki dominan yang berbeda, ada yang dominan memakai otak kiri dan ada juga yang dominan memakai otak kanan. Ini adalah sebuah teori yang disebut teori deminasi.
Dalam ilmu psikologi, teori ini didasarkan pada apa yang dikenal sebagai lateralisasi fungsi otak. Teori otak otak kiri dan kanan berawal dari karya Roger W. Sperry, yang dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1981. Sementara mempelajari efek epilepsi, Sperry menemukan bahwa dengan memotong corpus collosum (struktur yang menghubungkan dua belahan otak) akan dapat mengurangi atau menghilangkan kejang.
Namun, pasien tersebut juga mengalami gejala lain setelah jalur komunikasi antara kedua sisi otak tersebut dipotong. Sebagai contoh, banyak pasien yang melakukan pemisahan otak  tidak dapat menyebutkan nama benda yang diproses oleh sisi kanan otak, tetapi mampu menyebutkan nama benda yang diproses oleh sisi kiri otak. Berdasarkan informasi ini, Sperry mengatakan bahwa bahasa dikendalikan oleh sisi kiri otak.
Penelitian dikemudian hari telah menunjukkan bahwa otak hampir tidak dikotomis seperti yang pernah diperkirakan. Sebagai contoh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan dalam mata pelajaran seperti matematika sebenarnya lebih kuat ketika kedua bagian otak bekerja sama.
a.Fungsi Otak Kiri
Otak kiri dianggap mahir dalam tugas yang melibatkan logika, bahasa dan berpikir analitis. Otak kiri sering digambarkan lebih baik dalam:

1)      Logika
2)      Bahasa
3)      Angka
4)      Penalaran
5)      Berpikir kritis

b. Fungsi Otak Kanan
 Menurut teori dominasi otak kanan dan otak kiri, sisi kanan otak berfungsi lebih baik jika digunakan pada tugas yang ekspresif dan kreatif. Berikut beberapa kemampuan otak kanan:

1)      Musik
2)      Mambaca Emosi
3)      Warna
4)      Gambar
5)      Kreativitas
6)      Intuisi
7)      Mengenali wajah
8)      Mengekspresikan emosi

 Fungsi dari otak kanan dan otak kiri sebenarnya adalah satu kesatuan fungsi yang saling melengkapi. Akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika otak kiri sedang bekerja, maka otak kanan akan lebih tenang, dan ketika otak kanan yang sedang bekerja, maka otak kiri lebih tenang. Artinya kita tidak bisa menganggap satu sisi otak lebih baik daripada sisi yang lain, karena kedua otak ini saling mendukung, sebagaimana pentingnya fungsi memori jangka pendek dan jangka panjang. Tetapi setiap orang memiliki dominasi otak yang berbeda, oleh karena itu setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda.

D. Perkembangan Otak Pada Anak

Dari usia tiga sampai sembilan tahun, otak menggunakan lebih banyak energi dibanding kurun waktu lain dalam hidup. Inilah saatnya perkembangan otak pada balita terjadi.
Pada otak anak usia 3 tahun, terbentuk milyaran sel disebut neuron, yang mengirim dan menerima informasi. Tugasnya lima tahun ke depan adalah mengelola neuron ini jadi jaringan sambungan berkecepatan tinggi yang mengontrol emosi, pikiran, dan gerakan. Pengelolaan seperti ini butuh seabrek upaya: Dari usia tiga sampai sembilan tahun, otak menggunakan lebih banyak energi dibanding kurun waktu lain dalam hidup.
Pada usia dua sampai tiga tahun, ada peningkatan aktivitas pada dua area utama otak yang memroses bahasa, hal ini terbukti dari meningkatnya secara drastis kosa kata anak prasekolah–mulai dari sekitar 900 kata sampai 2.500-3.000 kata sebelum mencapai umur lima tahun.
Di saat bersamaan, sambungan saraf yang tidak digunakan akan mati dalam proses yang dikenal sebagai pruning. Kedengarannya sih seram, tapi pruning merupakan proses alami dan perlu. Awalnya, otak manusia memiliki jauh lebih banyak sambungan dari yang dibutuhkan anak (atau orang dewasa), termasuk, umpamanya, yang berkaitan dengan kemampuan melafalkan bunyi semua bahasa di dunia. Dan, jangan pikir ekstra sambungan berarti makin tingginya kecerdasan: Bila sambungan yang tak terpakai itu tidak dibuang, otak pun kacau dan tidak bisa berfungsi dengan baik, kata Healy.

tiap anak akan mengembangkan keunikan otak masing-masing. Semua jenis keterampilan (bermain musik atau olahraga), plus setiap pikiran, perasaan, dan pengalaman akan berinteraksi dengan bekal genetis yang dimiliki dan menciptakan jaringan otak tersendiri.    

E. Karakteristik Perkembangan Lahiriah Anak
     Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode pranatal (dalam kandungan). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini Kuhlen dan Thompson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu : 
1.      Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; 
2.      Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; 
3.      Kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif
4.      dalam suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan 
5.      Struktur Fisik/Tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.

a. Karakteristik perkembangan fisik pada masa kanak – kanak ( 0 – 5 tahun )     Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil ditandai dengan mulai mampu melakukan bermacam macam gerakan dasar yang semakin baik , yaitu gerakan gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat, berjingkrak, melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih basar sebagai akibat pertumbuhan jaringan otot lebih besar. Selain itu perkembangan juga ditandai dengan pertumbuhan panjang kaki dan tangan secara proporsional. Perkembagan fisik pada masa anak juga ditandai dengan koordinasi gerak dan keseimbanga berkembang dengan baik.
b. Karakteristik perkembangan fisik pada masa anak (5-11)     Perkembangan:waktu reaksi lebih lambat dibanding masa kanak kanak,koordinasi mata berkembang dengan baik ,masih belum mengembangkan otot otot kecil, kesehatan umum relative tidak stabil dan mudah sakit ,rentan dan daya tahan kurang
c. Usia 8-9 tahun     Terjadi perbaikan koordinasi tubuh,Ketahanan tubuh bertambah,Anak laki laki cenderung aktifitas yang ada kontak fisik seperti berkelahi dan bergulat,Koordinasi mata dan tangan lebih baik,Sistim peredaran darah masih belum kuat,Koordinasi otot dan syaraf masih kurang baik,Dari segi psiologi anak wanita lebih maju satu tahun dari lelaki
d. Usia 10-11 tahun     Kekuatan anak laki laki lebih kuat dari wanita,Kenaikan tekanan darah dan metabolism yang tajam. Wanita mulai mengalami kematangan seksual (12tahun), Lelaki hanya 5% yang mencapai kematangan seksual.


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kreativitas seorang anak bukan hanya lahir karena keberuntungan semata,untuk menjadi seorang anak  yang mampu menghasilkan suatu karya yang kreatif,kita harus mengembangkan berbagai kemampuan anak sejak dini dan mengupayakan setiap aspek perkembangan dilalui dengan baik,kita juga harus menjaga otak karena otak bagaikan mesin yang memberi perintah terhadap tubuh kita.
B.Saran
Semoga makalah ini bukan hanya menjadi serangkain tulisan yang tidak memberi makna apa-apa,melainkan membantu kita memperoleh berbagai informasi penting terkait dengan dunia anak dan setelah mengetahuinya kita bersama dapat menjadi seorang guru yang mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan kreativitas anak sejak usia dini.
















DAFTAR PUSTAKA

Sujiono.Yuliani Nuraini Sujiono.Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta,PT Indeks.2009.

Latif Mukhtar,dkk.Orientasi Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Aplikasi.Jakarta,Kencana Prenada Media Group.2013.


http://www.kompasiana.com/tutut.hardianti/intelegensi-dan-kreativitas-adakah-hubungan-di-antara-keduanya_



0 komentar:

Posting Komentar