BAB I
PENDAHULUAN
a.Latar
Belakang
Kreativitas anak usia dini merupakan
aset yang ternilai harganya,meskipun demikian sering kali para orang tua dan
guru mengabaikan hal tersebut.Mereka lebih mengutamakan kepintaran belaka
padahal jika ditinjau dari berbagai segi, kretivitas seseorang sering kali
menjadi bekal yang sangat berguna di masa depan.Maka melalui pembuatan makalah
tentang memasuki dunia anak,kami menyajikan berbagai informasi yang berguna
bagi para orang tua dan terlebih bagi para kaum pendidik tentang pentingnya
mengembangkan kreativitas anak sejak
usia dini.
b.Rumusan
masalah
1.bagaimana aspek-aspek perkembangan
anak usia dini?
2.seperti apakah dunia anak?
3.bagaimana fungsi otak kita?
4.seperti apa tahap perkembangan otak?
5.bagaimana tahap perkembangan lahiriah
seorang anak?
c.Tujuan
1.makalah ini bertujuan untuk melengkapi
tugas dari mata kuliah tentang pengembangan
kreativitas anak usia dini.
2.memberikan gambaran tentang dunia
anak.
3.memberikan informasi kepada pembaca
tentang pentingnya membangun kreativitas anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pemahaman
perkembangan anak
(Kognitif,Motorik
Kasar dan Motorik Halus,Bahasa,Social Emosional)
1.
Perkembangan Kognitif
Pada masa kanak-kanak awal, anak berfikir konfergen menuju suatu jawaban
yang paling mungkin dan yang paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut
perkembangan kognitif Piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada tahap
perkembangan praorerasional (2-7 tahun), istilah praoperasional menunjukkkan
pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada tahap
praoprasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan baik (santrock,
2002),yang sering dikatakan anak belum mampu menguasai operasi mental
secara logis. Adapun ciri-ciri berfikir pada tahap praoprasional adalah sebagai
berikut:
a. Anak mulai menguasai fungsi simbolis; sebagai
akibatnya,anak mulai mampu bermain pura (pretend play), disamping itu
penguasaan bahasa menjadi semakin sistematis.
b. Terjadi tingkah laku imitasi;anak suka melakukan
peniruan besar-besaran, terutama pada kakak atau teman yang lebih besar usianya
dan dari jenis kelaminnya sama.Tingkah laku imitasi ini dilakukan secara
langsung maupuan tertunda. Pada tingkah laku imitasi tertunda, anak setelah
melihat tingkah laku orang lain,tidak langsung menirukan, melainkan ada
rentangan waktu beberapa saat baru menirukan.
c. Cara bepikir anak egosentris; yaitu suatu ketidak
mampuan untuk membedakan antara perspektif (sudut pandang) seseorang dengan
perspektif orang lain (santrock,2002)..
d. Cara berfikir anak centralized, yaitu terpusat pada
satu dimensi saja (monks dkk.,1998). Sebagai contoh, pada suatu eksperimen,
anak dipertunjukkan dua gelas A dan B yang sama diameter dan tingginya, pada
kedua gelas itu diisi air jeruk yang sama banyaknya, kemudian anak ditanya air
jeruk yang ada di gelas A dengan gelas B mana yang lebih banyak, maka anak
dengan cepat akan menjawab “sama
banyaknya”. Jawaban ini didasarkan pada pandangan tentang garis sejajar
yang ditariknya dari permukaan air jeruk yang ditariknya dari permukaan air
jeruk yang ada didalam gelas A dan gelas B. setelah itu dengan disaksikan anak,
air jeruk yang ada digelas B dituangkan digelas C yang diameternya lebih kecil,
tetapi lebih tinggi, kemudian anak ditanya lagi, mana yang lebih banyak antara
air jeruk gelas A dengan gelas C. Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, anak
akan menjawab air jeruk di gelas C lebih banyak, karna permukaannya lebih
tinggi. Dalam hal ini anak mengabaikan dimensi lebar gelas, dan hanya
memperhatikan dimensi tinggi dari gelas.cara berfikir seperti ini dikatakan
belum menguasai gejala konservasi.
e. Berpikir tidak dapat dibalik ; operasi logis anak
pada masa ini belum dapat dibalik. Sebagai contoh Adi ditanya: “Adi, kamu punya
saudara tidak?”, jawab adi:”punya”. Setelah itu Adi ditanya lagi, “siapa nama
saudaramu?”, Adi menjawab: “Mita”, kemudian sekali lagi adi ditanya:”Apakah
Mita mempunyai saudara?”, Adi menjawab: ”tidak”. Dalam hal ini Adi tidak sadar
bahwa dirinyalah saudara Mita (Monks dkk.,1998)
f. Berfikir terarah statis; artinya dalam berfikir anak
tidak pernah memperhatikan dinamika proses terjadinya sesuatu.
2.
Perkembangan Motorik Kasar dan Halus
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang
kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang
sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan
sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari
berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Jadi dapat disimpulkan pula bahwa perkembangan
motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan
pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi
dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Sebelum perkembangan itu terjadi
anak akan tetap tidak berdaya.
Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih
terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat
dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya.
Untuk memperhalus keterampilan – keterampilan motorik, anak – anak terus
melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam
bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam
aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
a.Perkembangan Gerakan Motorik Kasar
Perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan tubuh
seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar, dan menangkap,
serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan
keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak
sangat mnyenangi kegiatan fisik yang mengandung bahaya, seperti melompat dari
tempat tinggi. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan
berbahaya bertambah, anak pada masa ini menyukai kegiatan lomba seperti balapan
sepeda, atau kegiatan lain yng mengandung bahaya.
b. Perkembangan Gerakan Motorik
Halus
Perkembangan motorik halus pada masa usia 6-7 tahun,
koordinasi gerakan berkembang secara pesat, pada masa ini anak sudah mampu
mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerkan mata
dengan tangan, lengan dan tubuh secara bersamaan, antara lain dapat dilihat saat anak menulis dan menggambar.
Beberapa perkembangan motorik (kasar maupun halus) selama periode ini,
antara lain :
a). Anak Usia 5 Tahun
·
Mampu melompat dan menari
·
Menggambarkan orang yang
terdiri dari kepala, lengan dan badan
·
Dapat menghitung jari –
jarinya
·
Mendengar dan mengulang
hal – hal penting dan mampu bercerita
·
Mempunyai minat terhadap
kata-kata baru beserta artinya
·
Memprotes bila dilarang
apa yang menjadi keinginannya
·
Mampu membedakan besar dan
kecil
b). Anak Usia 6 Tahun
·
Ketangkasan meningkat
·
Melompat tali
·
Bermain sepeda
·
Mengetahui kanan dan kiri
·
Mungkin bertindak
menentang dan tidak sopan
·
Mampu menguraikan
objek-objek dengan gambar
c). Anak Usia 7 Tahun
·
Mulai membaca dengan
lancar
·
Cemas terhadap kegagalan
·
Peningkatan minat pada
bidang spiritual
·
Kadang Malu atau sedih
d). Anak Usia 8 – 9 Tahun
·
Kecepatan dan kehalusan
aktivitas motorik meningkat
·
Mampu menggunakan
peralatan rumah tangga
·
Ketrampilan lebih
individual
·
Ingin terlibat dalam
sesuatu
·
Menyukai kelompok dan mode
·
Mencari teman secara
aktif.
e). Anak Usia 10 – 12 Tahun
·
Perubahan sifat berkaitan
dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai
tampak
·
Mampu melakukan aktivitas
rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.
·
Adanya keinginan anak unuk
menyenangkan dan membantu orang lain
·
Mulai tertarik dengan
lawan jenis.
3.Perkembangan Aspek Bahasa (berbicara)
Perkembangan
bahasa di tingkat pemula ( bayi) dapat dianggap semacam persiapan berbicara.
a. Pada
bulan-bulan pertama, bayi hanya pandai menangis. Dalam hal ini tangisan bayi
dianggap sebagai pernyataan rasa tidak senang.
b. Kemudian
ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak
dinyatakannya.
c.
Selanjutnya ia mengeluarkan bunyi ( suara-suara ) yang banyak ragamnya. tetapi
bunyi-bunyi itu belum mempunyai arti , hanya untuk melatih pernapasan saja.
d. Menjelang
usia pertengahan di tahun pertama, ia
meniru suara-suara yang didengarkannya, kemudian mengulangi suara tersebut,
tetapi bukan karna dia sudah mengerti apa yang dikatakan kepadanya.
Ada dua
alasan mengapa bayi belum pandai berbicara: pertama, alat-alat bicaranya belum
sempurna. Kedua, untuk dapat berbicara, ia memerlukan kemampuan berpikir yang
belum dimiliki oleh anak bayi. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui
belajar dan berkomunikasi dengan orang lain secara timbal balik.
Ditingkat
pemula ( bayi ) tidak ada perbedaan perkembangan bahasa antara anak yang tuli
dengan anak yang biasa. Anak tuli juga menyatakan perasaan tak senang dengan
cara menangis. sedangkan rasa senangnya dinyatakan dengan berbagai macam suara
raban, tetapi tingkat perkembangan bahasa yang selanjutnya tidak dialami
olehnya. Ia tidak mampu mengulangi suara-suara rabannya dan suara orang lain.
Jika ia nanti sudah besar, ia akan menjadi bisu.
Pada mulanya motif anak mempelajari bahasa adalah agar
dapat memenuhi:
- keinginan
untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya, diri sendiri, dan
kawan-kawannya ini terlihat pada anak usia 2 setengah – 3 tahun.
- Memberi
perintah dan menyatakan kemauannya.
- Pergaulan
sosial dengan orang lain.
- Menyatakan
pendapat dan ide-idenya.
Perkembangan
bahasa seorang anak menurut Clara dan William Stern, ilmuan bangsa Jerman,
dibagi dalam empat masa, yaitu: masa kalimat satu kata, masa memberi nama, masa
kalimat tunggal dan masa kalimat majemuk.
- Kalimat
satu kata: satu tahun s.d satu tahun enam bulan
Dalam masa
pertama ini seorang anak mulai mengeluarkan suara-suara raban yakni permainan
dengan tenggorokan, mulut dan bibir supaya selaput suara menjadi lebih lembut.
Selain itu di masa ini seorang anak sudah dapat menirukan suara-suara walaupun
tidak begitu sama persis dengan bunyi aslinya. Di masa ini juga mulai
terbentuknya satu kata. Anak sudah mulai bisa mengucapkan kata seperti “ibu” dan
lainnya.
- Masa
memberi satu nama: satu setengah tahun s.d dua tahun
Dalam masa
kedua ini terjadi masa apa itu, masa dimana mulai timbul suatu dorongan
dalam diri seorang anak untuk mengetahui banyak hal. Inilah yang menyebabkan
anak akan sering bertanya apa ini? apa itu? siapa ini? dan lainnya. Dan di masa
ini kemampuan anak merangkai kata mulai meningkat. Dulu yang hanya bisa satu
kata, bertambah menjadi dua kata, tiga kata hingga lebih sempurna.
- Masa
kalimat tunggal: dua tahun s.d setengah tahun.
Dalam masa
ketiga ini terdapat usaha anak untuk dapat berbahasa dengan lebih baik dan
sempurna. Anak mulai bisa menggunakan kalimat tunggal serta menggunakan awalan
dan akhiran pada kata. Namun tak jarang anak membuat kata-kata baru yang lucu
didengar dengan menggunakan caranya sendiri.
- Masa
kalimat majemuk : dua tahun enam bulan dan seterusnya.
Di tahap ini
seorang anak sudah dapat mengucapkan kalimat yang lebih panjang dan
sempurna,baik berupa kalimat majemuk dan berupa pertanyaan, sehingga susunan
bahasanya terdengar lebih sempurna.
5. Sosial
dan emosional
1.Perkembangan Emosi
Emosi
memainkan peran yang penting dalam kehidupan anak. Sering dan kuatnya emosi
anak akan merugikan penyesuaian sosial anak. Emosi yang tidak menyenangkan
(unpleasent emotion) merugikan perkembangan anak. Sebaliknya, emosi yang
menyenangkan (pleasent emotion) tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi
juga merupakan sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan bagi perkembangan
anak. Pergaulan yang semakin luas dengan teman sekolah dan teman sebaya lainnya
dapat mengembangkan emosinya. Anak akan belajar untuk mengendalikan
ungkapan-ungkapan emosi yang kurang dapat diterima.
Ciri-ciri
Emosi Masa Kanak-kanak
a. Emosi
anak berlangsung relatif singkat (sebentar)
Emosi anak
hanya beberapa menit dan sifatnya tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena emosi
anak menampakkan dirinya di dalam kegiatan atau gerakan yang nampak.
b. Emosi
anak kuat atau hebat
Hal ini
terlihat bila anak takut, marah, atau sedang bersenda-gurau. Mereka akan nampak
marah sekali, takut sekali, tertawa terbahak-bahak meskipun kemudian cepak
hilang.
c. Emosi
anak mudah berubah
Sering kita
jumpai seorang anak yang baru saja menangis berubah menjadi tertawa, dari
marah berubah tersenyum. Sering terjadi perubahan, saling berganti-ganti emosi,
dari emosi susah ke emosi senang dan sebaliknya dalam waktu yang singkat.
d. Emosi anak nampak berulang-ulang
Hal ini
timbul karena anak dalam proses perkembangan kearah kedewasaan. Ia harus
mengadakan penyesuaian terhadap situasi di luar, dan hal ini dilakukan secara
berulang-ulang.
e. Respon
emosi anak berbeda-beda
Pengamatan
terhadap anak dengan berbagai tingkat usia menunjukkan bervariasinya respon
emosi. Pada waktu bayi lahir, pola responnya sama. Secara berangsur-angsur,
pengalaman belajar dari lingkungannya membentuk tingkah laku dengan perbedaan
emosi secara individual.
f. Emosi
anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya
Meskipun
anak kadang-kadang tidak memperlihatkan reaksi emosi yang nampak dan langsung,
namun emosi itu dapat diketahui dari tingkah lakunya. Misalnya melamun,
gelisah, menghisap jari, sering menangis, dan sebagainya.
g. Emosi
anak mengalami perubahan dalam kekuatannya
Suatu ketika
emosi anak begitu kuat, kemudian berkurang. Emosi yang lain mula-mula lemah
kemudian berubah menjadi kuat.
h. Perubahan
dalam ungkapan-ungkapan emosional
Anak-anak
memperlihatkan keinginan yang kuat terhadap apa yang mereka inginkan. Ia tidak
mempertimbangkan bahwa keinginan itu baik untuk dirinya sendiri maupun orang
lain, juga tidak mempertimbangkan bahwa untuk memenuhi keinginannya itu
memerlukan biaya yang tidak terjangkau oleh orang tuanya.
2. Perkembangan Sosial
Perkembangan
emosi tak dapat dipisahkan dengan perkembangan sosial, yang sering disebut
sebagai perkembangan tingkah laku sosial. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh
lingkungan sosial dimana ia berada secara terus-menerus.
a. Kegiatan
bermain
Bermain
sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis, dan sosial anak. Dengan bermain
anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan sebagai pengalaman
berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada
anak untuk berinteraksi dan bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan
yang disukai anak cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok,
kecuali bagi anak-anak yang kurang diterima dikelompoknya dan cenderung memilih
bermain sendiri.
b. Teman
sebaya
Teman sebaya
pada umumnya adalah teman sekolah dan atau teman bermain di luar sekolah. Pengaruh
teman sebaya sangat besar bagi arah perkembangan sosial anak baik yang bersifat
positif maupun negatif. Keinginan anak untuk diterima dalam kelompoknya sangat
besar. Anak berusaha agar teman-teman dikelompoknya menyukai dirinya. Santrock
(1997, 325) menyatakan bahwa anak sering berpikir: Apa yang bisa aku lakukan
agar semua teman menyukaiku? Apa yang salah padaku? Mereka berupaya agar
mendapat simpati dari teman-temannya, bahkan ingin menjadi anak yang paling
populer di kelompoknya.
Wentzal dan
Asher menyatakan para pakar perkembangan membedakan 3 tipe anak yang tidak
populer, yaitu:
1) Anak
yang diabaikan (neglected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan
sebagai teman terbaik tetapi bukan tidak disukai oleh teman-teman di
kelompoknya. Anak ini biasanya tidak memiliki teman bermain yang akrab, tetapi
mereka tidak dibenci atau ditolak oleh teman sebayanya.
2) Anak
yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan oleh
seseorang sebagai teman terbaik dan tidak disukai oleh kelompoknya, karena
biasanya anak yang ditolak adalah anak yang agresif, sok kuasa, dan suka
mengganggu. Anak ini biasanya mengalami problem penyesuaian diri yang serius
dimasa dewasa.
3) Anak
yang kontrovesi (controversial chidren) adalah anak yang sering dinominasikan
keduanya yaitu baik sebagai teman terbaik dan sebagai teman yang tidak disukai
(Santrock (1997, 325)).
B. Pemahaman Dunia Anak
Dunia
anak adalah dunia bermain, dalam kehidupan anak-anak, sebagian besar waktunya
dihabiskan dengan aktivitas bermain. Filsuf Yunani, Plato, merupakan orang
pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari bermain.
Anak-anak akan lebih mudah mempelajari aritmatika melalui situasi bermain.
Bermain dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan
kemampuan tertentu pada anak. Istilah bermain diartikan sebagai suatu kegiatan
yang dilakukan dengan mempergunakan atau tanpa mempergunakan alat yang
menghasilkan pengertian, memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan dapat
mengembangkan imajinasi anak
Menurut
Singer (dalam Kusantanti, 2004) mengemukakan bahwa bermain dapat digunakan
anak-anak untuk menjelajahi dunianya, mengembangkan kompetensi dalam usaha
mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak. Dengan bermain anak
memiliki kemampuan untuk memahami konsep secara ilmiah, tanpa paksaan.
Bermain
menurut Mulyadi (2004), secara umum sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak
yang dilakukan secara spontan. Terdapat lima pengertian bermain :
1.
Sesuatu yang menyenangkan
dan memiliki nilai intrinsik pada anak,
2.
Tidak memiliki tujuan
ekstrinsik, motivasinya lebih bersifat intrinsik,
3.
Bersifat spontan dan
sukarela, tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak,
4.
Melibatkan peran aktif
keikutsertaan anak,
5.
Memilikii hubungan
sistematik yang khusus dengan seuatu yang bukan, bermain, seperti kreativitas,
pemecahan masalah, belajar bahasa, perkembangan sosial dan sebagainya.
Banyak
konsep dasar yang dapat dipelajari anak memalui aktivitas bemain. Pada usia
prasekolah, anak perlu menguasai berbagai konsep dasar tentang warna, ukuran,
bentuk, arah, besaran, dan sebagainya. Konsep dasar ini akan lebih mudah
diperoleh anak melalui kegiatan bermain.
Pada
umunya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak adalah masa terpanjang dalam rentang
kehidupan seseorang, saat individu dimana relatif tidak berdaya dan tergantung
dengan orang lain. Menurut Hurlock (1980), masa kanak-kanak di mulai setelah
bayi yang penuh dengan ketergantungan, yaitu kira-kira usia 2 tahun sampai saat
anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk
laki-laki. Masa kanak-kanak di bagi lagi menjadi dua periode yang erbeda, yaitu
awal dan akhir masa kanak-kanak. Periode awal berlangsung dari umur 2-6 tahun,
dan periode akhir pada masa usia 6 sampaitiba saatnya anak matang secara
seksual. Garis pemisah ini pnting, khususnya digunakan untuk anak-anak yang
sebelum mencapai wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah
masuk sekolah. Sedangkan para pendidik menyebut sebagai tahun-tahun awal masa
kanak-kanak sebagai usia pra sekolah, demikian halnya menurut Mönks, dan
Haditono (2004) disebut sebagai anak pra sekolah.
Anak
pada usia dini sebagai usia dimana anak belum memasuki suatu lembaga pendidikan
formal, seperti Sekolah Dasar (SD), dan biasanya mereka tetap tinggal di rumah
atau mengikuti kegiatan dalam bentuk berbagai lembaga pendidikan pra sekolah
seperti kelompok bermain, taman kanak-kanak atau taman penitipan anak
Menurut
Setiawan (2002), yang mengacu pada teori Piaget, anak usia dini dapat di
katakan sebagai usia yang belum dapat di tuntut untuk berpikir secara logis,
yang di tandai dengan pemikiran sebagai berikut :
·
Berpikir secara konkrit,
dimana anak belum daat memahami atau memikirkan hal-hal yang bersifat abstrak (seperti
cinta dan keadailan).
·
Realisme, yaitu
kecenderungan yang kuat untuk menanggapi segala sesuatu sebagai hal yang riil
atau nyata.
·
Egosentris, yaitu melihat
segala sesuatu hanya dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mudah menerima
penjelasan dari si lain.
·
Kecenderungan untuk
berpikir sederhana dan tidak mudah menerima sesuatu yang majemuk.
·
Animisme, yaitu
kecenderungan untuk berpikir bahwa semua objek yang ada dilingkungannya
memiliki kualitas kemanusiaan sebagaimana yang dimiliki anak.
·
Sentrasi, yaitu
kecenderungan untuk mengkonsentrasikan dirinya pada satu aspek dari suatu
situasi.
·
Anak usia dini dapat
dikatakan memiliki imajinasi yang sangat kaya dan imajinasi ini yang sering
dikatakan sebagai awal munculnya bibit kreativitas pada anak.
Dapat
disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 2 – 6 tahun, yang
berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki
karakteristik berpikir konkrit, realisme, sederhana, animism, sentrasi, dan
memiliki daya imajinasi yang kaya.
C.
Pemahaman Fungsi Otak
Fungsi
Otak - Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume
sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur
dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis
seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran
manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak
dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia.
Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak
juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan,
pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
1.Macam Macam Otak Manusia
Otak
mansia dibagi kepada 4 bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil
(cerebelum), otak tengah (mesensefalon), dan sumsum lanjutan (medulla
oblongata). Keempat otak ini memiliki peranan serta fungsi masing masing untuk
tubuh. Berikut pengertian serta fungsi dari keempat otak tersebut:
2. Fungsi Otak Besar
Otak besar atau cerebrum adalah otak dibagian
depan otak yang paling menonjol. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu
belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani
tubuh yang berlawanan, maksudnya belahan otak kiri mengatur dan melayani tubuh
bagian kanan dan belahan otak kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri.
Jika otak sebelah kiri mengalami gangguan, maka bagian tubuh kanan akan
mengalami gangguan, bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Otak besar
merupakan saraf utama.
Fungsi Otak Besar adalah sebagai pusat kegiatan-kegiatan yang didasari
seperti mengingat, berpikir, melihat, berbicara, bergerak dan mendengar. Otak
besar manusia terletak didalam tulang tengkorak. Permukaan otak besar berlipat
lipat dan terbagi atas dua belahan (hemisfer).
3. Fungsi Otak Kecil (cerebellum)
Otak kecil atau cerebellum merupakan bagian otak belakang. Otak kecil
ini terletak dibawah lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua
belahan dan permukaannya berlekuk lekuk.
Fungsi Otak Kecil yaitu sebagai penyeimbang tubuh dan sebagai pusat
koordinasi kerja otot ketika bergerak. Otak kecil terletak dibawah otak besar
bagian belakang. Otak kecil terbagi atas belahan kanan dan kiri serta terbagi
menjadi dua lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna
putih. Belahan kanan dan kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan varol.
Jembatan varol ini berfungsi untuk menghantarkan impuls otot - otot bagian
kanan dan kiri tubuh.
Bagian bagian otak kecil:
- Mid-diencephalic tettitory
- Hipotalamus, yang merupakan pusat pengendalian waktu biologis, suhu
tubuh dan sekresi hormon.
- Pretektum
- Epitalamus
4. Fungsi Otak Tengah
(mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Bagian atas
otak tengah merupakan pusat refleks mata dan pusat pendengaran.
Fungsi otak tengah manusia menjadi perbincangan saat ini karena
disebut-sebut menjadi sebuah faktor yang mendorong kemampuan luar biasa manusia
bahkan melebihi fungsi otak kanan dan kiri. Otak termasuk dalam bagian sistem
saraf yang merupakan pusat keputusan dan komunikasi tubuh. Susunan sistem
syaraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf
perifer yang terbentuk dari serabut-serabut saraf.
5. Fungsi Sumsum Lanjutan
Sumsum lanjutan disebut juga sumsum sambungan atau batang otak yang
merupakan penghubung antara otak dengan sumsum tulang belakang. Sumsum lanjutan
terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam yang berwarna kelabu karena banyak
mengandung neuron serta lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit.
Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai:
- Pusat pengedali pernafasan
- Menyempitkan pembuluh darah
- Mengatur suhu tubuh
- Mengatur denyut jantung
Itulah bagian bagian otak manusia
beserta fungsinya yang terbagi kepada empat bagian, masing-masing otak tersebut
mempunyai peranan yang berbeda untuk tubuh. Tidak ada yang lebih penting antara
keempat bagian otak tersebut, semuanya memiliki peranan penting untuk tubuh
manusia.
6.Otak Kanan dan Otak Kiri
Lalu apa itu otak kanan dan otak kiri ?
Anda tentu pernah membaca atau mendengar bahwa otak kanan dan otak kiri
mengontrol berbagai jenis kemampuan yang berbeda. Dan setiap orang memiliki
dominan yang berbeda, ada yang dominan memakai otak kiri dan ada juga yang
dominan memakai otak kanan. Ini adalah sebuah teori yang disebut teori
deminasi.
Dalam ilmu psikologi, teori ini
didasarkan pada apa yang dikenal sebagai lateralisasi fungsi otak. Teori otak
otak kiri dan kanan berawal dari karya Roger W. Sperry, yang dianugerahi Hadiah
Nobel pada tahun 1981. Sementara mempelajari efek epilepsi, Sperry menemukan
bahwa dengan memotong corpus collosum (struktur yang menghubungkan dua belahan
otak) akan dapat mengurangi atau menghilangkan kejang.
Namun, pasien tersebut juga mengalami
gejala lain setelah jalur komunikasi antara kedua sisi otak tersebut dipotong.
Sebagai contoh, banyak pasien yang melakukan pemisahan otak tidak dapat menyebutkan nama benda yang
diproses oleh sisi kanan otak, tetapi mampu menyebutkan nama benda yang
diproses oleh sisi kiri otak. Berdasarkan informasi ini, Sperry mengatakan
bahwa bahasa dikendalikan oleh sisi kiri otak.
Penelitian dikemudian hari telah
menunjukkan bahwa otak hampir tidak dikotomis seperti yang pernah diperkirakan.
Sebagai contoh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan dalam mata
pelajaran seperti matematika sebenarnya lebih kuat ketika kedua bagian otak
bekerja sama.
a.Fungsi Otak Kiri
Otak kiri dianggap mahir dalam tugas yang
melibatkan logika, bahasa dan berpikir analitis. Otak kiri sering digambarkan
lebih baik dalam:
1) Logika
2) Bahasa
3) Angka
4) Penalaran
b. Fungsi Otak Kanan
Menurut teori dominasi otak kanan dan otak
kiri, sisi kanan otak berfungsi lebih baik jika digunakan pada tugas yang
ekspresif dan kreatif. Berikut beberapa kemampuan otak kanan:
1) Musik
2) Mambaca
Emosi
3) Warna
4) Gambar
5) Kreativitas
6) Intuisi
7) Mengenali
wajah
8) Mengekspresikan
emosi
Fungsi dari otak kanan dan otak kiri
sebenarnya adalah satu kesatuan fungsi yang saling melengkapi. Akan tetapi
beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika otak kiri sedang bekerja, maka otak
kanan akan lebih tenang, dan ketika otak kanan yang sedang bekerja, maka otak
kiri lebih tenang. Artinya kita tidak bisa menganggap satu sisi otak lebih baik
daripada sisi yang lain, karena kedua otak ini saling mendukung, sebagaimana
pentingnya fungsi memori jangka pendek dan jangka panjang. Tetapi setiap orang
memiliki dominasi otak yang berbeda, oleh karena itu setiap orang memiliki
minat dan bakat yang berbeda.
D. Perkembangan Otak Pada
Anak
Dari usia tiga sampai sembilan tahun,
otak menggunakan lebih banyak energi dibanding kurun waktu lain dalam hidup.
Inilah saatnya perkembangan otak pada balita terjadi.
Pada otak anak usia 3 tahun, terbentuk
milyaran sel disebut neuron, yang mengirim dan menerima informasi. Tugasnya
lima tahun ke depan adalah mengelola neuron ini jadi jaringan sambungan berkecepatan
tinggi yang mengontrol emosi, pikiran, dan gerakan. Pengelolaan seperti ini
butuh seabrek upaya: Dari usia tiga sampai sembilan tahun, otak menggunakan
lebih banyak energi dibanding kurun waktu lain dalam hidup.
Pada usia dua sampai tiga tahun, ada peningkatan
aktivitas pada dua area utama otak yang memroses bahasa, hal ini terbukti dari
meningkatnya secara drastis kosa kata anak prasekolah–mulai dari sekitar 900
kata sampai 2.500-3.000 kata sebelum mencapai umur lima tahun.
Di saat bersamaan, sambungan saraf yang
tidak digunakan akan mati dalam proses yang dikenal sebagai pruning.
Kedengarannya sih seram, tapi pruning merupakan proses alami dan perlu.
Awalnya, otak manusia memiliki jauh lebih banyak sambungan dari yang dibutuhkan
anak (atau orang dewasa), termasuk, umpamanya, yang berkaitan dengan kemampuan
melafalkan bunyi semua bahasa di dunia. Dan, jangan pikir ekstra sambungan
berarti makin tingginya kecerdasan: Bila sambungan yang tak terpakai itu tidak
dibuang, otak pun kacau dan tidak bisa berfungsi dengan baik, kata Healy.
tiap anak akan mengembangkan keunikan
otak masing-masing. Semua jenis keterampilan (bermain musik atau olahraga),
plus setiap pikiran, perasaan, dan pengalaman akan berinteraksi dengan bekal
genetis yang dimiliki dan menciptakan jaringan otak tersendiri.
E. Karakteristik Perkembangan Lahiriah Anak
Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang
kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode
pranatal (dalam kandungan). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini Kuhlen dan
Thompson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu
meliputi empat aspek, yaitu :
1.
Sistem
syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi;
2.
Otot-otot,
yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik;
3.
Kelenjar
Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada
usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif
4.
dalam
suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan
5.
Struktur
Fisik/Tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.
a. Karakteristik perkembangan fisik pada masa kanak – kanak ( 0 – 5 tahun
) Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil ditandai
dengan mulai mampu melakukan bermacam macam gerakan dasar yang semakin baik ,
yaitu gerakan gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat, berjingkrak,
melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih basar sebagai
akibat pertumbuhan jaringan otot lebih besar. Selain itu perkembangan juga
ditandai dengan pertumbuhan panjang kaki dan tangan secara proporsional.
Perkembagan fisik pada masa anak juga ditandai dengan koordinasi gerak dan
keseimbanga berkembang dengan baik.
b. Karakteristik perkembangan fisik pada masa anak (5-11)
Perkembangan:waktu reaksi lebih lambat dibanding masa kanak
kanak,koordinasi mata berkembang dengan baik ,masih belum mengembangkan otot
otot kecil, kesehatan umum relative tidak stabil dan mudah sakit ,rentan dan
daya tahan kurang
c. Usia 8-9 tahun Terjadi perbaikan koordinasi
tubuh,Ketahanan tubuh bertambah,Anak laki laki cenderung aktifitas yang ada
kontak fisik seperti berkelahi dan bergulat,Koordinasi mata dan tangan lebih
baik,Sistim peredaran darah masih belum kuat,Koordinasi otot dan syaraf masih
kurang baik,Dari segi psiologi anak wanita lebih maju satu tahun dari lelaki
d. Usia 10-11 tahun Kekuatan anak laki laki lebih kuat dari
wanita,Kenaikan tekanan darah dan metabolism yang tajam. Wanita mulai
mengalami kematangan seksual (12tahun), Lelaki hanya 5% yang mencapai
kematangan seksual.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kreativitas seorang anak bukan hanya lahir karena
keberuntungan semata,untuk menjadi seorang anak
yang mampu menghasilkan suatu karya yang kreatif,kita harus
mengembangkan berbagai kemampuan anak sejak dini dan mengupayakan setiap aspek
perkembangan dilalui dengan baik,kita juga harus menjaga otak karena otak
bagaikan mesin yang memberi perintah terhadap tubuh kita.
B.Saran
Semoga
makalah ini bukan hanya menjadi serangkain tulisan yang tidak memberi makna
apa-apa,melainkan membantu kita memperoleh berbagai informasi penting terkait
dengan dunia anak dan setelah mengetahuinya kita bersama dapat menjadi seorang
guru yang mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan kreativitas anak
sejak usia dini.
DAFTAR
PUSTAKA
Sujiono.Yuliani
Nuraini Sujiono.Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta,PT Indeks.2009.
Latif
Mukhtar,dkk.Orientasi Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Aplikasi.Jakarta,Kencana
Prenada Media Group.2013.
http://www.kompasiana.com/tutut.hardianti/intelegensi-dan-kreativitas-adakah-hubungan-di-antara-keduanya_
0 komentar:
Posting Komentar