Tentang Rasa

Ini bukan judul lagu ataupun cerita

Ini hanya sebait kata yang ingin disampaikan

Segala unek-unek didada

Menuntuk untuk segera diutarakan


Akhir-akhir ini entah kenapa

Banyak sekali rasa yang timbul dalam di dada

Rindu, harap dan kecewa

Semua itu tak bisa dicegah


Apakah rasa itu salah? 

Tidak.. 

Kita yang kurang dewasa menyikapinya

Dan kita yang terlalu rajin memupuknya

Hingga menimbulkan sesak didada


Pernah terbersit tanya dijiwa

Benarkah ini semua? 

Apakah aku terlalu memaksa? 

Bisakah semua berjalan mulus tanpa kecewa? 


Tapi sejatinya tidak ada yang membuatmu kecewa

Itu karena harapan yang tidak semestinya

Bukankah kita tidak seharusnya menggantung harapan kepada manusia

Seharusnya hanya kepada Yang Esa 


Jika ini terlihat terlalu cepat

Lantas berapa lama lagi waktu yang diperlukan

Bukankah dari awal sudah ku katakan

Aku tidak mau menunggu terlalu lama

Karena syaitan suka merayu dan menggoda


Kalian pasti mengerti maknanya

Jujur aku tersenyum saat menulisnya

Namun apa daya

Mata ini terlihat masih berkaca-kaca


Harap dimaklumi saja

Semoga dia bisa memahaminya

Wait, siapa dia? 

Dia dia dia aku hampir lelah menunggunya (bacanya pakai nada ya, tapi gak ingat lagu siapa) 


Sudahlah yaa.. 

Kenapa jadi panjang lebar

Padahal hanya ingin menyampaikan tentang rasa

Malah jadi mengada-ngada


Tetapi tidak mengapa

Sekarang aku merasa lebih lega

Unek-unek didada telah disampaikan kata

Walaupun rasa khawatir masih ada


Apa yang akan terjadi selanjutnya? 

Entah berapa lama? 

Kapan dan bagaimana? 

Aku hanya bisa menunggu itu semua

Maaf, sepertinya aku merasa malu untuk bertanya 


Biarkan waktu yang kan menjawab

Allah pasti sudah mengatur skenarionya

Aku hanya bisa berdoa

Maaf, jika usahaku belum seberapa


Entah ini puisi atau apapun namanya

Aku hanya ingin menulisnya

Dan berharap dia mengetahuinya

Yang aku butuhkan adalah sesuatu yang membuat aku yakin akan ini semua

Walaupun aku tau takdir sudah diatur oleh Yang Kuasa





Puisi pertama yang diupload 😊 Biasanya hanya memenuhi ruang kepala atau berceceran di atas kertas yang entah sekarang ada di mana ataupun menjadi file tanpa nama😄

Setelah berurai air mata, menulis sebait rasa sedikit membuat hati lega. 

Tapi tetap saja I need holiday (pengen teriak tapi gak bisa) 

Kasian sekali otakku yang imut-imut ini

Pengen terbang tapi tak bisa karena bidadari tak bersayap

Baca buku jadi tambah kepikiran karena buku yang dibeli yaa gitu deh. You know what i mean

Udah titik gak usah dilanjutin lagi kepanjangan jadi lavar sekian dulu Terima kasih


0 komentar:

Posting Komentar