Di zaman yang serba digital ini, masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya gedget dan internet. Data menunjukkan dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, pengguna internet mencapai 175,4 juta jiwa dan jumlah gedget yang terkoneksi mencapai 338,2 juta unit. Artinya hampir rata-rata orang Indonesia punya lebih dari satu gedget. Data ini didapat dari riset yang dilakukan oleh perusahaan platform media sosial dari Kanada bekerjasama dengan we are sosial dari Inggris pada Januari 2020.
Terlebih lagi dimasa pandemi ini segala sesuatunya dilakukan secara online, mulai dari belajar, berkerja, belanja dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang dilakukan secara online. Tercatat penggunaan internet di Indonesia memiliki waktu rata-rata selama 7 jam 59 menit, artinya rata-rata orang Indonesia bisa menghabiskan waktunya 7 jam lebih dalam sehari untuk berselancar di internet. Angka tersebut melampaui rata-rata global yang hanya mengahabiskan waktu 6 jam 43 menit.
Indonesia menduduki peringkat delapan penggunaan internet di dunia. Pengguna internet di Indonesia terdiri dari orang dewasa sampai anak-anak. Bahkan tidak sedikit anak dibawah umur yang sudah menggunakan internet.
Kita akui banyak dampak positif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi, namun tidak sedikit juga dampak negatif yang dirasakan khususnya bagi anak-anak pengguna gedget yang berada dibawah umur.
Anak-anak yang seharusnya identik dengan bermain di lingkungan sekitarnya, kini sudah jarang kita temukan. Teman sebaya yang seharusnya bermain dengannya digantikan oleh gedget-gedget canggih yang memuat berbagai game-game yang bisa dimainkan secara gratis. Anak sekolah yang seharusnya akrab dengan buku-buku pelajaran, kini lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain gedget. Buku yang seharusnya sebagai gudang dan sumber ilmu kini hanya menjadi pajangan, perpustakaan berdebu dan sepi pengunjung.
Dizaman yang serba canggih ini banyak orang menggantungkan hidupnya dengan teknologi. Para pelajar merasa lebih mudah mendapatkan jawaban tugasnya melalui internet dari pada harus mencarinya di buku. Itulah mental pelajar zaman sekarang, mereka tidak merasakan nikmatnya membuka lembar demi lembar buku pelajaran. Buku pelajaran mereka bersih tanpa coretan dan tersusun rapi ditempatnya karena hanya dibiarkan saja. Kalau sudah begini kapan minat baca di Indonesia bisa meningkat!
Minat baca di Indonesia sangat buruk, UNESCO mencatat bahwa Indonesia menduduki urutan ke 60 dari 61 negara soal minat baca. Minat baca di Indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca. Angka yang sangat memprihatinkan, padahal penduduk di Indonesia sangat banyak.
Lantas bagaimana menigkatkan minat baca ? Jawabannya dimulai dari diri kita sendiri.
Bagi orang tua, biasakan anak-anaknya berinteraksi dengan buku-buku sejak dini walaupun dia belum bisa membaca. Bagi para guru sabarlah dalam mengajar murid-murid membaca, tanamkan pada murid-muridnya untuk rajin membaca. Buatlah strategi suapaya anak mencintai buku.
Dibalik canggihnya teknologi, kita mungkin lupa ada ilmu yang tidak bisa kita dapatkan melalui internet. Ilmu yang tidak bisa kita perhatikan dan tidak bisa kita tiru, yaitu keteladanan dan akhlak.
Sumber rujukan :
https://m.cyberthreat.id/read/5387/Digital-2020-Pengguna-Internet-Indonesia-dalam-Angka
https://kumparan.com/kumparantech/berapa-lama-orang-indonesia-pakai-internet-setiap-hari-1sm18OYziOQ
https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media









0 komentar:
Posting Komentar