MUSLIMAH TALK


DEAR MUSLIMAH
Menikah Itu Bukan Secepatnya Tapi Setepatnya

Menaruh Harapan Pada Orang Yang Salah
Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah ketika ia terlalu berharap kepada manusia lainnya. Ungkapan  itu harus dipahami oleh setiap muslimah, agar tidak salah mengartikan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Sebagian orang diluar sana bilang, masa muda adalah saat dimana kita bisa menikmati dunia sebebas mungkin.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam dihari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga ia ditanya tentang lima perkara (yaitu); tentang umurrnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dalam hal apa(hartanya tersebut) ia belanjakan, dan apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.” (HR Tirmizi)
Masa muda adlah masa di mana banyak hal harus kita hadapi dan ujian berat terasa hingga lubuk hati. Jiwa muda juga tidak pernah lepas dari kisah asmara, pergolakan jiwa, dan rentannya diri akan buaian kenikmatan dunia. Terlebih bagi muslimah yang rentan dengan perasaanya. Disapa sedikit langsung meleleh. Memang cinta adalah fitrah manusia, karena itu jagalah hati kita sebaik mungkin, karena hati kita senantiasa tertaut pada-Nya.
Mencintai harus diawali secara vertikal dengan mencintai Allah SWT, karena cinta yang tidak dilandasi niat karena Allah hanya akan menyengsarakan kita sendiri. Cinta juga bisa berubah menjadi tipu daya yang menyesatkan hati kita.
Bentengilah hati kita sejak dini agar terhindar dari berharap kepada selain Allah SWT.
Harapan yang dipupuk terlalu besar kepada seseorang hanyalah sebuah kesia-siaan jika tak ada kehalalan di dalamnya.
Hanya cinta kepada Allah yang akan membuat hati kita lebih teduh dan tenteram.
“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT) hendaknya kamu berharap.” (QS Al-Insyirah : 8)
Jika kita memiliki suatu harapan maka ada tiga langkah untuk mewujudkan harapan tersebut :
1.      Ikhtiar (upaya)
Ikhatiar dalah upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup.
Awali ikhtiarmu dengan ikhlas dan berserah kepada Allah agar hasilnya maksimal.
2.      Doa
Ikhtiar harus dibanrengi dengan doa agar hasilnya maksimal. Berdoa artinya memohon sesuatu yang bermanfaat dan meminta agar dijauhkan dari sesuatu yang merugikan.
3.      Tawakal
Setelah ikhtiar dan doa, langkah terakhir adalah tawakal kepada Allah. Tawakal berarti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusan hanya kepada Allah SWT.

Bahagia Bersamanya
Cinta hadir karena perkenalan, bersemi karena penanian, dan bertahan karena kesetiaan. Jadi untuk kamu yang masih single, setia dulu saja dengan kesingle-annya, sampai saatnya nanti kamu ketemu dengan orang yang siap untuk melengkapi kesingle-an kamu dan menjadikan kamu couple-nya yang halal.
Ukhti saleha, doa adalah bahasa cinta dan rindu yang paling cepat sampai ke hati tanpa perlu didengar atau dibaca.
Siapa bilang singke itu memalukan. Single tetap bisa keren kok apa lagi kalau kita berhasil mencapai kesuksesan sebelum menikah, dijamin bakal banyak banget tuh ikhwan yang berlomba-lomba datang untuk meng-khitbah.
Single itu bukan aib. Kalau sekarang Allah sedang menempatkan kita menjadi single, berarti itu memang pilihan yang paling tepat menurut Allah untuk kita, karena menjadi single itu lebih mulia daripada pacaran.
Tips mengisi hari-hari dengan kegiatan positif :
1.      Ikuti kegiatan bermanfaat yang ada di sekitar kita
2.      Kembangkan hobi
3.      Bersih-bersih kamar, rumah dan lingkungan tempat tinggal
4.      Berolahraga
5.      Mencari ilmu
6.      Membaca buku
7.      Silaturrahim
8.      Berlibur
Jauhkan diri, hati dan pikiran kita dari hal-hal negatif yang tidak bermanfaat. Sungguh janji Allah itu pasti. Sebagaimana firman-Nya.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya: dan dari kduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS An-Nisa’ : 1)
Tetap semangat memperbaiki diri dan isilah hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat. Sekarang si ‘dia’ juga sedang memperbaiki dirinya. Yakinlah Allah sudah menuliskan namanya di dalam garis takdir kita.
Allah berfirman, “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki  yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).” (QS An-Nur : 26)
Bahagia Yang Sirna
Bahaginya jika kita dicintai seseorang. Harapan akan kebahagiaan di masa depan seakan terbayang di depan mata.
Imam Syafi’i berkata “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang makan Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allahsangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”
Ketika seseorang menyakiti dan mematahkan hati kita, jadikan itu sebagai pelajaran. Ketika seseorang pergi dari kita, itu tandanya Allah menyayangi kita. Allah tidak ingin kita bersanding dengan orang yang salah. Allah juga ingin kita kembali ke jalan yang lurus. Allah ingin kita menjemput jodoh dengan jalan yang Allah ridhai.
“Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 216)




0 komentar:

Posting Komentar