MUSLIMAH TALK


DEAR MUSLIMAH
Menikah Itu Bukan Secepatnya Tapi Setepatnya

Mengapa Jodoh Tak Kunjung Datang

Bicara soal jodoh, buat kita yang masih sendiri pasti jadi baper deh..

Yang namanya jodoh itu rahasia Allah. Karena jodoh, rezeki, dan maut sudah ditentukan dan hanya Allah yang tahu kapan waktunya. Jodoh juga termasuk rezeki yang tak terduga kapan dan bagaimana datangnya. Tak terduga juga dengan siapa kita akan bersanding nanti.

Bila jodoh tak kunjung datang melamar, beberapa hikmah  berikut ini bisa kita ambil.
  •  Allah tidak menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan
Mungkin Allah ingin kita terus berusaha dan berdoa kepada-Nya, karena Allah sangat senang mendengar doa-doa kita. Anggaplah jodoh yang tak kunjung datang itu merupakan ujian dari Allah agar kita semakin mendekat kepada-Nya.
  • Luruskan niat
Niatkan tujuan kita menikah untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk niat yang lain.
  •  Pantaskan diri
Pantaskan diri kita dengan persiapan ilmu dan mental untuk mendapatkan jodoh yang terbaik.
  • Waktu yang tepat
Allah sudah mempersiapkan jodoh kita di waktu yang tepat agar kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa indahnya. Allah akan memberikan orang yang tepat di saat yang tepat sebagai hadiah atas ketaatan kita kepada-Nya.
  • Manfaatkan waktu menunggu untuk membahagiakan orang-orang tersayang
Lakukan yang terbaik dan bermanfaat untuk keluarga kita.

Berharap Ini Yang Terakhir, Tapi Kenyataannya
Ta’aruf adalah proses saling mengenal antara lai-laki dan perempuan, yang dilakukan dalam koridor syar’i dan bertujuan untuk mengantarkan keduanya menuju jenjang pernikahan. Dan yang namanya proses, tidak selalu berjalan lancar dan sukses seperti apa yang kita harapkan. Ada kalanya ta’aruf tidak berjalan mulus karena beberapa faktor, seperti perbedaan visi, karakter, status sosial, restu orang tua, dan lainnya.

Namun dibalik itu semua, keberhasilan atau kegagalan dari suatu peros ta’aruf bergantung pada keputusan Allah SWT. Tetaplah semangat, yakinlah Allah menciptakan setiap makhluk hidup berpasang-pasangan. Sebagaimana firman Allah SWT.
“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS Azd-Dzariyat : 49)

Lelah Berjuang Sendiri
Wahai hati yang tengah dilanda gundah gulana, lelahkah engkau atas semuanya ?CV yang tak kunjung datang, ta’aruf yang tak kunjung khitbah, lengkap dengan setumpuk harapan yang belum terpenuhi. Sudahkah kau tilik hatimu, cek kembali niatmu dan lihat lagi langkahmu, apakah benar semuanya karena Allah ? Usaha-usahamu sejauh ini, apakah kau telah melibatkan Allah dalam setiap langkahmu ?

Alkisah seorang penjual keranjang, pemuda Bani Israil yang ketampananya tiada tertandingi. Suatu hari ia berkililing menjual keranjangnya dan bertemu dengan seorang pelayan perempuan dari pimpinan Bani Israil. Setelah melihatnya, si pelayan bergegas kembali ke rumah tuan dan berkata kepad putri tuannya, “Barukali ini aku melihat seorang pemuda penjual keranjang yang sangat tampan, belum pernah aku melihat ketampanan seperti itu.”

Putri tuannya pun berkata, “suruh dia masuk.” Kemudian si pelayan keluar untuk memanggil si pemuda, “Masuklah!” katanya. Si pemuda pun masuk dan sesaat berlalu pintu tertutup rapat. Kemudian sang putri menyambutnya seraya membuka penutup wajahnya dan memperlihatkan keelokan tubuh bagian atasnya. Pemuda itu berkata, “Tutuplah auratmy, semoga Allah memberikan ampunan kepadamu.”

Sang putri berkata, “Aku mengajakmu kemari bukan untuk berbicara, tetapi untuk bersenang-senang.” Putri itu terus merayu. Tetapi si pemuda tetap berkata, “Bertakwalah kepada Allah.” Si putri berkata, “Jika engkau tidak menuruti keinginanku, aku akan berteriak memanggil ayahku dan aku akan katakan engkau talah lancang memasuki rumah dan hendak menggodaku.” Pemuda itu berkata, “Lebih baik engkau memasukkan aku ke penjara.” Dengan geram si putri pun berkata, “ jangan mencari-cari alasan!” Kemudian ia memanggil pengawalnya seraya berkata, “Masukkan ia ke penjara yang tinggi sehingga ia tidak bisa melarikan diri!”

Di dalam penjara, pemuda itu bermunajat kepada Allah, “Ya Allah, aku diseret untuk berbuat maksiat kepada-Mu, namun bagiku lebih baik terjun dari penjara yang tinggi ini agar aku tidak berbuat maksiat kepada-Mu.” Kemudian dia mengucapkan, “Bismillah” dan menerjunkan dirinya dari atas penjara yang tinggi itu. Namun Allah berkehandak lain, Dia mengutus malikat untuk memegang ketiak si pemuda sehingga ia mendarat di atas bumi dengan kedua kakinya. Mendapati dirinya selamat, pemuda itu kembali berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jika Engkau menghendaki, anugerahkan kepadaku rezeki yang melimpah sehingga aku menjadi orang kaya dan tidak perlu berjualan keranjang lagi.”

Maka Allah mengirimkan rombongan belalang yang terbuat dari emas. Pemuda itu pun memenuhi seluruh kantongnya dengan belalang emas tersebut. Setelah itu dia berkata, “Ya Allah apabila ini seua adalah rezeki dunia yang Engkau anugrahkan kepadaku maka berkahilah rezeki ini. Namun jika ini semua akan mengurangi apa yang akan aku peroleh di sisi-Mu kelak maka aku tidak membutuhkannya.”

Kemudian terdengar seruan, “Apa yang Kami berikan ini adalag satu dari 25 bagian milikmu, buah atas kesabaranmu hingga kamu menerjunkan diri dari penjara itu.” Pemuda itu berkata, “Ya Allah, aku tidak membutuhkan sesuatu yang akan mengurangi apa yang akan aku peroleh dari-Mu kelak di akhirat.” Maka belalang emas itu pun dikembalikan.

Dalam kisah lain yang di ceritakan Abu Imran Al-Jauni. Ada se
orang laki-laki Bani Israil yang tidak bisa menahan diri dari keinginannya. Sementara itu, ada keluarga Bani Israil yang hidup dalan]m kemiskinan. Mereka mengutus anak gadisnya kepada orang untuk meminta uluran tangannya. Laki-laki itu menolak dan berkata, “Tidak, kecuali engkau menyerahkan dirimu padaku.” Gadis itu pun keluar dan kembali pulang.beberapa hari kemudian, keluarga gadis itu bertambah miskin. Ia pun diutus lagi untuk meminta bantuan kepada laki-laki tadi. Tapi laki-laki itu berkata, “Tidak, kecuali engkau menyerahkan dirimu padaku.” Untuk kedua kalinya gadis itu kembali. Akan tetapi keadaan keluarganya semakin terperosok dalam kemiskinan. Sehingga mereka kembali mengutusnya untuk menemui laki-laki tadi. Laki-laki itu pun kembali memberikan jawaban yang sama.

Akhirnya gadis itu berkata “baiklah.” Saat keduanya sedang berduaan, si gadis tiba-tiba lemas dan gemetar sseperti pelepah kurma. Si laki-laki berkata, ”Apa yang terjadi padamu ?” Gadis itu menjawab, “Aku takut kepada Allah dan belum pernah melakukan ini sama sekali.” Laki-laki itu berkata, “Engkau takut kepada Allah dan belum pernah melakukannya. Lalu mengapa seorang laki-laki seperti aku malah melakukannya ? Aku berjanji atas nama Allah bahwa aku tidak akan pernah melakukan ini lagi.”

Kemudian Allah mewahyukan kepada nabi kaum tersebut bahwa si fulan tersebut telah ditetapkan sebagai ahli surga.

Lihatlah betapa manisnya buah dari kesabaran dan ketakwaan.


Sumber : buku Menikah itu bukan Secepatnya tapi Setepatnya

0 komentar:

Posting Komentar