BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan adalah kunci keberhasilan
sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah negara salah satunya tergantung dengan
bagaimana pemerintahan sebuah negara memuliakan pendidikan dan pemerataannya,
karena pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara. Setiap warga negara
Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan
bakat tanpa memandang gender, status sosial, statusekonomi, suku, etnis dan
agama. Untuk memenuhi tujuan-tujuan pendidikan diatas, dan sebagai tolak ukur
mutu dan keberhasilan di negara kita, kita dapat melakukan perbandingan sistem
pendidikan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat kita
perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara
Australia.
Kita dapat megetahui informasi tentang sistem
pendidikan negara Australia dengan berbagai cara, dan salah satunya melalui
makalah yang sangat sederhana ini, dalam makalah ini dipaparkan sedikit tentang
sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami sebagai bahan untuk sedikit
memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.
Australia adalah satu-satunya benua di
dunia yang hanya terdiri dari satu buah negara, yang juga disebut dengan
Australia. Meski demikian, Australia memiliki 6 negara bagian serta 2 wilayah
daratan (territori) yang mulai dikonstitusikan pada tanggal 1 Januari 1901.
Keenam negara bagian tersebut antara lain adalah New South Wales (Ibukota:
Sydney), Victoria (Ibukota: Melbourne), Queensland (Ibukota: Brisbane),
Australia Selatan (Ibukota: Adelaide), Australia Barat (Ibukota: Perth), dan
Tasmania (Ibukota: Hobart). Sedangkan kedua territornya adalah Northern
Territory dan Australian Capital Territory. Ibukota negara Australia sendiri
adalah Canberra.
Negara bagian dikepalai oleh seorang
gubernur, sedangkan teritori dikepalai oleh seorang administrator. Pemerintah
pusat memiliki wewenang yang lebih banyak pada sebuah teritori bila
dibandingkan dengan pada negara bagian.
Australia dikenal oleh dunia sebagai
tempat yang nyaman dan sehat untuk ditinggali. Penduduk di Australia ramah,
udaranya bersih, lingkungan aman, fasilitas transportasi yang bagus, serta
tunjangan pendidikan dan kesehatan berkelas internasional membuat Australia
menjadi tempat yang bagus untuk ditinggali. Beberapa kota seperti Sydney,
Melborune, Perth, dan Adelaide merupakan kota-kota yang bagus dan nyaman.
Pendidikan di Australia juga sangat
bagus. Di tempat ini, Australia konon memiliki kualitas pendidikan yang tinggi,
dan bahkan gelar atau ijasahnya pun diakui secara internasional. Selain itu,
biaya pendidikan di Australia tergolong murah dan terjangkau bila dibandingkan
dengan Inggris atau Amerika, bahkan pemerintah memberikan ijin bagi mahasiswa
yang berasal dari luar Australia untuk bekerja baik fulltime maupun partime
untuk memenuhi biaya pendidikan mereka. Australia juga menawarkan program studi
yang sangat bervariasi, baik jurusan maupun jenjangnya. Hal ini mempermudah
siswa dalam mencari sekolah yang sesuai dengan keinginannya.
Dengan begitu banyaknya kelebihan
Australia di bidang pendidikan, maka ada baiknya Indonesia sedikit berkaca dari
sistem pendidikan di Australia itu sendiri. Maka dari itulah, penulis ingin membandingkan sistem pendidikan di
Australia dan Indonesia, agar dapat diambil manfaat yang baik untuk kemajuan
bangsa Indonesia.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sistem pendidikan di Australia
?
2. Bagaimanakah sistem pendidikan di Indonesia ?
3. Bagaimana perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan di Australia ?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimanakah sistem
pendidikan di Australia.
2. Untuk mengetahui bagaimanakah sistem pendidikan di Indonesia.
3. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan di Australia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sistem Pendidikan di Australia
Pendidikan di Australia tidak dipegang
oleh pemerintah pusat, namun diserahkan pada setiap negara bagian atau
teritorinya. Jadi, setiap negara bagian memiliki hak untuk menyelenggarakan pendidikan
yang berbeda-beda. Hal ini berdasarkan pada konstitusi Australia, dimana pendidikan merupakan tanggungjawab negara
bagian. Pada setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan sebuah
departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan
adakalanya juga pendidikan prasekolah. Sehingga, masing-masing negara bagian
dan wilayah daratan mempunyai otoritas sendiri dalam pelaksanaan pendidikannya.
Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sisdiknas disebutkan dalam Pasal 1 Ayat 8 bahwa jenjang pendidikan
adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan
peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.
Dilihat dari jenjang pendidikan formal, Australia terdiri dari 3 tahapan
pendidikan, yaitu pendidikan dasar (primary
schools), pendidikan menengah (secondary
education, meliputi secondary
school/high schools), dan pendidikan tinggi (tertiary education in universties or TAFE [techical and further
education] college). Ada kalanya, sebelum memasuki primary school, peserta
didik memasuki kindergarten atau taman kanak-kanak.
Di Australia, pendidikan dasar menjadi
dasar untuk memasuki jenjang selanjutnya, yaitu pendidikan menengah. Pendidikan
menengah merupakan lanjutan dari pendidikan dasar. Tahapan terakhir
adalah pendidikan tinggi, yang mencakup beberapa program, yaitu diploma,
sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan
tinggi.
1.
Jenjang Pendidikan
a.
Pendidikan Dasar ( Primary School )
Waktu yang diperlukan untuk
menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki
pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana
siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke
kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan.
Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian
tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan
seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan
lama pendidikan dasar adalah 6 tahun (New South Wales (NSW), Victoria (Vic),
Tasmania (Tas), dan Australian Capital Territory (ACT). Tetapi ada juga yang
menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun (South Australia (SA),
Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western Australia (WA)
b. Pendidikan Menengah ( Secondary or High School )
Pendidikan menengah atau dikenal
sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5
sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan
seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year
11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun,
maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja (yaitu di
negara bagian SA, NT, Qld, dan WA). Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat
memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang
siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan
ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga
pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training (VET) atau
Colleges for Technical and Further Educaton (TAFE). Lulusan dari TAFE
pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi.
Jika siswa tersebut berminat ke
bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki
perguruan tinggi (universitas). Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa
Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation
Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa
digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang
memuaskan.Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih
perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk
dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang
setinggi mungkin.
c.
Pendidikan
Tinggi ( University )
Pendidikan tinggi di Australia dapat di
bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana (dikenal sebagai undergraduate
level) dan jenjang pascasarjana (dikenal sebagai postgraduate level untuk
memperoleh gelar Masters atau PhD). Jenjang sarjana dapat diselesaikan
dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of
Arts (BA) atau Bachelor of Science (Bsc) tergantung pada bidang ilmu
yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut.
Jika mahasiswa/i tersebut berminat
melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (ke jenjang
pascasarjana), maka ia perlu belajar lagi selama 1 (satu) tahun. Jenjang ini
dikenal sebagai HonoursLevel, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi
BA (Hons) atau Bsc (Hons) sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya.
Tingkat kelulusan di jenjang Honours
ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang
pascasarjana.
Banyak universitas di Australia
menerima mahasiswa/i untuk program S3 (Doktor) langsung dari jenjang Honours,
jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika
mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2
(Masters) terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung
menganjurkan para mahasiswa/i pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih
dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang
mahasiswa/i tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia
diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang
mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai 2.5
tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai 3.5 tahun.
Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan
melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja (dikenal sebagai Masters
by Coursework) yang memerlukan waktu antara 12 - 18 bulan; atau melalui
penelitian (Masters by Research) yang memerlukan waktu antara 1.5 - 2.5
tahun; atau kombinasi dari keduanya (Masters by Coursework & Research)
yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari
negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung
jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon
mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3,
maka sang calon sangat dianjurkan untuk mengambil program Masters by
Research atau Masters by Coursework and Research.
Perguruan tinggi di Australia tidak mau
menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by
Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semua program S3 di
Australia ditempuh melalui penelitian (by Research). Sistem ini berbeda
dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari
program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan.
Pendidikan di Australia, mewajibkan
peserta didik untuk menempuh wajib belajar, yaitu pada jenjang primary school
(SD) dan junior secondary school (SMP). Sehingga, wajib belajar di Australia
yakni 10 tahun. Selanjutnya, peserta didik dapat
masuk ke
senior high school. Istilah yang dilakukan untuk jenjang pendidikan di
Australia adalah year 1 – 12 (dari jenjang primary school hingga high school).
Pada jenjang senior high
school, setiap peserta didik memiliki kewajiban untuk memilih program pendidikan
kejuruan atau pendidikan umum. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk pasar kerja,
artinya lulusan pendidikan kejuruan tersebut akan siap untuk bekerja setelah
lulus. Setiap negara bagian memiliki Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (Vocational Education and Training atau VET).
VET mempersiapkan peserta didik untuk bekerja tanpa perlu mendapatkan gelar
sarjana. Untuk peserta didik yang mengambil pendidikan umum, dapat meneruskan
pendidikan ke jenjang diploma, bachelor degree, dst. Berikut adalah kualifikasi
kerangka kualifikasi Australia (AQF atau Australian Qualification Framework)
menurut sector pendidikan.
Australian Qualification Framework
|
Sektor Sekolah
|
Sektor Vocational Education And Training (VET)
|
Sektor Perguruan Tinggi
|
|
Senior Secondary Certificate of
Education (Ijazah
Sekolah Menengah Atas)
(2–3
tahun)
|
Vocational
graduate diploma (Diploma Kejuruan)
(1 tahun)
|
Gelar doktor
( 3+ tahun )
|
|
VET di
Sekolah
|
Vocational
graduate certificate (Sertifikat Kejuruan)
(6 bulan)
|
Gelar
Masters / Magister
(1–3
tahun)
|
|
|
Advanced
diploma (Diploma Lanjutan)
(6–12
bulan)
|
Graduate
diploma
(1 tahun)
|
|
|
Diploma
(1 tahun)
|
Graduate
certificate
(6 bulan)
|
|
|
Sertifikat
IV
(1 tahun)
|
Bachelor
degree (Gelar Sarjana Muda)
(3 tahun)
|
|
|
Sertifikat
III
(6 bulan)
|
Associate
degree, advanced diploma
(1,5
tahun)
|
|
|
Sertifikat
II
(6 bulan)
|
Diploma
(1 tahun)
|
|
|
Sertifikat
I
(6 bulan)
|
|
Untuk gelar yang didapatkan setelah menempuh perguruan tinggi adalah:
1.
Bachelors
degree (setingkat sarjana S1)
2.
Masters
degree (setingkat magister S2)
3.
PhD
(setingkat doktor S3)
Untuk tes bagi siswa yang
berlaku secara nasional, Australia menyelenggarakan NAPLAN (National Assessment Program-Literacy and
Numeracy). Setiap tahunnya, semua siswa yang berada pada tahun 3, 5, 7, dan
9 melakukan tes pada hari yang sama. Materi tes tersebut meliputi membaca,
menulis, bahasa (mengeja, tata bahasa, dan pemberian tanda baca), dan
perhitungan.
Di Australia juga memberikan
fasitas kursus yang bernama ELICOS. ELICOS (English Language Intensive Courses
for Overseas Students), adalah program yang dibuat untuk membantu students mencapai
standar minimal berbahasa Inggris sebagai requirement untuk
memasuki universitas di Australia. Program yang ditawarkan antara lain:
1.
Kursus
Bahasa Inggris Umum (General English)
2.
Bahasa
Inggris untuk tujuan akademic (English for Academic Purposes)
3.
Untuk
Sekolah Menengah (English For High School/Secondary School)
4.
Persiapan
Test Bahasa Inggris (TOEFL, IELTS, dan Cambridge)
Dari keempat program yang tercantum
diatas, untuk persiapan masuk ke Universitas, disarankan mengambil opsi ke-2
(English for Academic Purposes). Program ini sangat berguna bagi mereka yang
akan melanjutkan ke perguruan tinggi, atau diploma. Masa belajarnya bervariasi,
antara 10 – 24 weeks, tergantung dari kebutuhan studentsnya.
TAFE (Technical and Further
Education)
TAFE (Technical and Further Education),
merupakan sebuah institusi yang menyediakan keterampilan dasar (vocational)
untuk digunakan di dunia kerja. Bisa dibilang semacam program diploma. Enaknya,
disini kita bisa memilih kuliah sambil kerja karena memang ada program
part-time courses yang ditawarkan. Biasanya memakan waktu kurang lebih 1.5 – 2
tahun. Setelah lulus bisa ekstensi ke jenjang Sarjana (S1) di universitas.
Ada berbagai macam bidang study yang
ditawarkan disni antara lain: Akuntansi, Bisnis, Menejemen, Marketting,
Komputer, Informatika, Teknologi, Teknik Listirk, Teknik Elektro, Mesin dan
Sipil, Bangunan & konstruksi, Drafting, Ilmu Lingkungan Hidup, Ilmu
Terapan, Pertanian dan Hortikultura, Desain Grafis, Arsitek, Perhotelan,
Travelling dan Pariwisata, Sekretaris, Ilmu Kelautan, Rancang Busana,
Kecantikan, Media dan Jurnalisme, dan lain – lain.
B.
Sistem Pendidikan di Indonesia
Dalam undang - undang Sisdiknas tahun
2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan UU Sisdiknas No.20
Tahun 2003, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3 yaitu :
1.
Pendidikan
dasar;
2.
Pendidikan
menengah;
3.
Pendidikan
tinggi.
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus dan juga sesuatu yang
tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam, yaitu pemberian pengetahuan,
pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk
mengajar kebudayaan melewati generasi.
Di Indonesia, jenjang pendidikan
adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan
peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.
Pendidikan di Indonesia mengenal tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan
dasar (SD/MI/Paket A dan SLTP/MTs/Paket B), pendidikan menengah (SMU, SMK/MA/Paket C), dan
pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula
pendidikan anak usia dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki
pendidikan dasar.
1.
Jenjang Pendidikan
a.
Sekolah Dasar
Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa
sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama
(SMP). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi antara lain: Ilmu
Pengetahuan Alam, Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris, Pendidikan
Seni, Pendidikan
Olahraga. Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus
dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan
lama pendidikan 3 tahun.
Pendidikan
Dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) atau
bentuk yang sederajatserta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs). Akhir kelas enam SD/MI siswa harus mengikuti Ujian Nasional
sebagai syarat untuk masuk SMP/MTs.
b.
Sekolah Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar yang diselengggarakan selama 3
tahun, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.
Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah
(MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau
bentuk lain yang sederajat.
c.
Pendidikan Tinggi
Pendidikan
tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup
program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan
tinggi. Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa macam
dimana, pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, special
dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (UU, Sisdiknas, pasal
19:2003) Perguruan tinggi dapat berbentuk :
1.
Akademi (lembaga
pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yang mendidik tenaga profesional;
2.
Politeknik (pendidikan
professional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu);
3.
Sekolah tinggi (menyelenggarakan
pendidikan akademik dalam
lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan);
4.
Institut (organisasi,
badan, atau perkumpulan yg ber-tujuan melakukan suatu penyelidikan ilmiah);
5.
Universitas (perguruan
tinggi yg terdiri atas sejumlah fakultas yg menyelenggarakan pendidikan ilmiah
dan/atau profesional dl sejumlah disiplin ilmu tertentu).
Ada beberapa tingkatan gelar yang
dapat diraih di pendidikan tinggi, yaitu :
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat
menyelenggarakan program akademik, profesi dan vokasi (UU, Sisdiknas, pasal
20:2003). Kerangka dasar dan kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia
dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada
standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Dimana kurikulum
pendidikan tinggi wajib memuatkan pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan
dan bahasa.
Berbeda dengan sekolah
menengah, perguruan tinggi menerapkan sistem kredit semester (SKS). Di
perguruan tinggi, seorang mahasiswa jika dapat menghabiskan jumlah kredit mata
kuliah yang ditargetkan dan dapat menempuhnya dalam waktu tertentu sesuai
dengan rencana yang diprogramkan, mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan
pendidikan tinggi Strata 1 (S1) dalam waktu 4 tahun. Namun bila tidak sanggup
karena banyak mengulang mata kuliah yang rendah nilainya atau karena cuti,
waktu yang ditempuh untuk diwisuda sebagai seorang sarjana bisa lebih dari 4
tahun. Kalau ia berhasil wisuda dan berniat melanjutkan studi lanjut, masih ada
dua tahap dalam pendidikan tinggi yang dapat ditempuhnya, yaitu jenjang S2 atau
Magister yang normalnya ditempuh selama 2 tahun, dan jenjang Ssedangkan S3 atau
doctor yang efektifnya ditempuh selama 2 tahun, sedangkan sisanya untuk
penelitian. Apabila seluruh tahap pendidikan tinggi ini ditempuh, diberi gelar
doctor untuk bidang yang dipilihnya.
Selain itu terdapat pula pendidikan
yang diberikan sebelum memasuki Pendidikan Dasar, yaitu Pendidikan Anak Usia
Dini. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1
Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan
anak usia dini (PAUD)
adalah suatu upaya pembinaan yang
ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan
lebih lanjut.
2.
Jalur Pendidikan
a.
Pendidikan Formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di
sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan
yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan
tinggi.
b.
Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia
dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang
banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat
di semua gereja.
c.
Pendidikan Informal
Pendidikan informal adalah jalur
pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri
yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
3.
Jenis Pendidikan
a.
Pendidikan Umum
b.
Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan
pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja
dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah
menengah kejuruan (SMK),
sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian
tertentu.
c.
Pendidikan Akademik
Pendidikan kejuruan merupakan
pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja
dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah
menengah kejuruan (SMK),
sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian
tertentu.
d.
Pendidikan Profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan
tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki
suatu profesi atau menjadi seorang profesional.
e.
Pendidikan Vokasi
Pendidikan vokasi merupakan
pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan
dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma (D
4) setara dengan program sarjana (S1).
f.
Pendidikan Keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan
pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk
dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman
terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
g.
Pendidikan Khusus
Pendidikan khusus merupakan
penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar
biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa)
atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan
menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).
C.
Perbandingan Sistem Pendidikan di
Australia dan di Indonesia
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap negara
tentunya mempunyai kebijakan masing-masing dalam sistem pendidikan yang
dianutnya. Begitu pula dengan Indonesia dan Australia. Ternyata banyak
perbandingan antara sistem pendidikan di Indonesia dan Australia, tidak hanya
dari jenjang pendidikannya saja.
|
NO
|
AUSTRALIA
|
|
INDONESIA
|
|
New South Wales, Victoria, Tasmania, dan Australian
Capital Territory
|
Queensland, Australia Selatan, Australia Barat, Northern
Territory
|
|
|
1
|
Primary
School (6 Tahun)
Junior
Secondary School (4 tahun)
|
Primary
School (7 Tahun)
Junior
Secondary School (3 Tahun)
|
Pendidikan dasar 9 tahun (SD 6 Tahun dan SMP
3 Tahun)
|
|
2.
|
Senior High School (2 Tahun)
|
Senior High School (2 Tahun)
|
Pendidikan Menengah 3 tahun (SMA, MA, SMK, dan MAK )
|
|
3.
|
Diploma
(1 tahun)
Associate
degree, advanced diploma
(1,5
tahun)
Bachelor
degree (Gelar Sarjana Muda)
(3 tahun)
Graduate
certificate
(6 bulan)
Graduate
diploma
(1 tahun)
Gelar
Masters / Magister
(1–3
tahun)
Gelar
doktor (3+ tahun)
|
|
Ahli
Madya, Diploma 3 (D3)
Sarjana,
Diploma 4 (D4)
Sarjana,
Strata 1 (S1)
Magister,
Strata 2 (S2)
Doktor,
Strata 3 (S3)
|
|
|
|
|
|
|
Selain dari jenjang pendidikan, beberapa perbandingan dari pendidikan
yang ada di Australia dan Indonesia antara lain adalah :
1.
Bobot dan Tingkat
Kesulitan Materi
Jika dilihat dari bobot dan tingkat
kesulitan materi pelajaran, standar pendidikan dasar di Indonesia ternyata jauh
lebih tinggi. Jika di sini siswa-siswa kelas 2 SD sudah mendapatkan banyak
pelajaran, berbagai pekerjaan rumah yang rumit serta ujian. Beda halnya dengan
siswa setaraf kelas 1- 2 di Australia yang belum diwajibkan membaca. Pendidikan
dasar di Australia lebih ditekankan sebagai fondasi untuk belajar mengenali
diri sendiri, lingkungan serta pengembangan sikap. Hal ini dianggap lebih
penting untuk diajarkan dan diterapkan terlebih dahulu kepada siswa sekolah
dasar di sana dibandingkan teori di kelas. Maka dari itu, tak heran jika di
Australia sering terlihat siswa Primary School yang tengah melakukan
kegiatan di luar kelas.
2.
Penilaian ( Assessment )
Dalam bidang penilaian, Australia
berbeda dengan Indonesia yang mewajibkan para siswa menempuh ujian sebagai
persyaratan untuk naik kelas. Di sana tidak ada siswa yang tidak naik kelas.
Namun terdapat ujian nasional seperti UAN, yang disebut dengan NAPLAN (National
Assessment Program Literacy and Numeracy), yaitu tes nasional serentak di
Australia untuk kemampuan membaca, menulis, dan menghitung sebagai persiapan
memasuki Year 10 atau setara dengan kelas 1 SMU. Walaupun dari standar materi
Indonesia lebih unggul, namun ketika memasuki perkuliahan tampak negara kita
lebih tertinggal dibanding Australia. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh
peralatan teknologi dan fasilitas yang kurang memadai, namun dari segi faktor
mahasiswanya pun harus memiliki pengembangan karakter yang kuat, fondasi sikap
yang tertanam sejak dini, dan pikiran yang lebih kritis.
3.
Pemberian Penghargaan ( Reward )
Pemberian penghargaan atau reward ini
cukup menarik. Siswa sekolah dasar di Australia yang berbuat baik dan mempunyai
keberanian positif akan diberikan reward berupa sertifikat, yang
nantinya jika terkumpul akan diumumkan di acara assembly, yaitu acara dwi
mingguan untuk pengembangan bakat dan seni siswa. Jangan salah, pada school
award dan rapor ditulis pula pencapaian atau prestasi yang telah dilakukan
oleh anak didik. Di sini terlihat bahwa pengembangan karakter dan kecerdasan
emosi sangat ditekankan di pendidikan dasar. Maka dari itu, penilaian rapor
siswa di Australia berbentuk narasi, bukan angka seperti yang terdapat di
sekolah di Indonesia.
4.
Suasana Belajar
Suasana belajar di sekolah-sekolah
dasar di Australia terlihat lebih kondusif dibanding di Indonesiai. Hal yang
menunjang proses pembelajaran adalah jumlah siswa di dalam kelas yang tidak
lebih dari 20 siswa. Dan terdapat media, kumpulan portofolio, dan alat peraga
yang lengkap, serta dinding kelas yang ramai dengan hasil karya anak didik. Hal
ini jarang terlihat di kelas-kelas di sekolah di Indonesia yang notabene lebih
memilih untuk tetap ‘bersih’, serta kurang media dan alat peraga yang dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
5.
Tenaga Pendidik
dari segi tenaga pendidik, guru-guru di
Australia amat disiplin. Para guru diwajibkan datang ke kelas sebelum
murid-murid masuk. Hal ini tampaknya tengah digalakkan di Indonesia. Dengan
adanya morning briefing bagi para guru sebelum masuk ke kelas tentu sangat baik
untuk meningkatka kedisiplinan bagi tenaga pengajar dan juga sebagai sarana
mendiskusikan persoalan-persoalan dalam proses belajar mengajar.
6.
Mata Pelajaran Agama
Berbeda dengan sekolah di Indonesia
yang dalam tiap jenjangnya memiliki pendidikan agama. Sekolah-sekolah di
Australia sangat disayangkan tidak menyediakannya sebagai bahan pengajaran.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang
telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat berbagai perbedaan yang mencolok antara pendidikan di Australia dan
Indonesia. Beberapa perbedaan tersebut meliputi :
1.
Sistem pendidikan yang berbeda, dimana wajib belajar di Australia adalah
10 tahun (primary dan secondari school) sementara di Indonesia adalah 9 tahun
(SD dan SMP).
2.
Tes nasional yang dilakukan oleh pemerintah Australia adalah NAPLAN (National Assessment Program-Literacy and Numeracy), yang dilakukan sebagai persiapan menuju year 10. Sementara di Indonesia, tes nasional yang
dilakukan adalah UNAS, yaitu setelah menyelesaikan jenjang SD, SMP, dan SMA.
3.
Tidak adanya pendidikan Agama di Australia seperti
halnya di Indonesia.
B. Saran
Indonesia seharusnya dapat mengambil
pelajaran dari kelebihan sistem pendidikan yang ada di Australia untuk
diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Selain itu , Indonesia juga
tidak boleh terlalu memberatkan siswa dengan berbagai tes akademi yang diluar kemampuan siswanya agar tidak terlalu
membebani siswa tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
TRIMAKASIH, INFONYA SANGATMEMBANTU SAYA
BalasHapusTerimakasih sumber nya.. Ini Sangat membantu saya dalam mengumpulkan sumber sumber pembelajaran .good
BalasHapus